Menteri Agama Serukan Pentingnya Meneladani Rasulullah dalam Peringatan Maulid
- 26 Agt 2026 10:46 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Agama, Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan istiqamah, sebagai salah satu ukuran dalam meneladani Rasulullah SAW. Menurutnya, keteladanan kepada Nabi Muhammad SAW, tidak cukup diwujudkan melalui kecintaan, tetapi perlu tercermin dalam sikap dan perilaku yang dijaga secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut, disampaikan dalam sambutannya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Masjid Jami Attaqwa, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurut Menag, istiqamah tidak sekadar berarti konsisten dalam melakukan sesuatu. Ia menguraikan kata tersebut melalui sejumlah nilai yang dapat menjadi pedoman dalam membangun karakter seorang Muslim, yakni: ikhlas, sabar, tawadu, ihsan, qana'ah, amanah, muru’ah, akhlak, dan al-haya atau rasa malu.
Apun nilai-nilai tersebut saling berkaitan dalam membentuk pribadi yang mampu menjaga kebaikan secara berkelanjutan. Ikhlas menjadi dasar dalam berbuat, kesabaran diperlukan dalam menghadapi berbagai keadaan, sementara tawadu mengajarkan seseorang untuk tidak merasa lebih tinggi dari orang lain. Selanjutnya, ihsan mendorong seseorang untuk memberikan yang terbaik, qanaah mengajarkan sikap menerima dan mensyukuri apa yang dimiliki, sedangkan amanah berkaitan dengan kemampuan menjaga kepercayaan. Adapun muru’ah, akhlak, dan rasa malu menjadi bagian dari penjagaan kehormatan serta perilaku seorang Muslim.
Menag menegaskan, istiqamah pada akhirnya berkaitan erat dengan akhlak. Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW dapat diwujudkan dengan menjaga nilai-nilai tersebut secara konsisten, bukan hanya pada momentum tertentu.
“Menjaga istiqamah bukan perkara mudah. Karena itu, setiap Muslim perlu terus melakukan evaluasi terhadap dirinya, termasuk melihat apakah nilai-nilai kebaikan yang diyakini telah benar-benar diwujudkan dalam perilaku sehari-hari,” jelasnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami Attaqwa, menjadi momentum untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah, sekaligus menerjemahkannya dalam kehidupan umat. Melalui istiqamah, nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan atau pesan keagamaan, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan dan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....