Wamendagri Perjuangkan DAU dan Dana Desa tidak Dipotong

  • 20 Agt 2026 14:28 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, bersama Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal dan Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, berdialog dengan para camat, keuchik, dan mukim se-Kota Banda Aceh.

Pertemuan yang berlangsung di Kedai Kopi Terapung ADT, Alue Deah Teungoh, Kamis 20 Agustus 2026, menjadi ruang bagi aparatur gampong menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi di tingkat desa.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, memberikan kesempatan kepada para keuchik dan camat untuk menyampaikan pertanyaan maupun keresahan mereka kepada Wamendagri.

Salah satu persoalan yang disampaikan adalah efisiensi anggaran Dana Desa yang dinilai dapat menghambat pelaksanaan visi dan misi keuchik terpilih. Selain itu, para keuchik juga menyampaikan kendala penyediaan lahan untuk pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih di Kota Banda Aceh.

Menanggapi hal tersebut, Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengatakan Kementerian Dalam Negeri terus memperjuangkan agar Dana Alokasi Umum atau DAU dan Dana Desa tidak dipotong bagi daerah yang menghadapi kendala pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih, termasuk persoalan keterbatasan lahan.

“Kami terus memperjuangkan agar desa desa yang memiliki kendala dalam membangun gerai karena keterbatasan lahan di wilayah kota untuk tidak di potong DAU-nya dan Dana Desa nya, tapi semua keputusan tetap sesuai dengan arahan pak Presiden,” kata Wamendagri.

Selain itu, Bima Arya juga menilai para keuchik di Kota Banda Aceh memiliki potensi besar untuk dikembangkan, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif.

Ia mengatakan Kemendagri akan berkoordinasi dengan Kementerian Desa untuk meningkatkan kapasitas dan kelembagaan para keuchik sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.

“Kemendagri akan memfasilitasi untuk meningkatkan kapasitas dan kelembagaan dan kami akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Desa untuk bisa memetakan para keuchik dengan potensi yang beragam ini untuk bisa difasilitasi dan dikembangkan,” ujar Wamendagri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....