Kemenag Dorong Pendekatan Spiritual dan Ekoteologi dalam Pencegahan Karhutla
- 14 Agt 2026 09:56 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Jakarta - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), menjadi perhatian penting pemerintah saat ini. Selain disebabkan oleh fenomena El Nino, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga memandang penting untuk menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat, tentang bahaya membakar hutan dan lahan, melalui pendekatan spiritual dan program Ekoteologi. Menag menuturkan karhutla tidak hanya diatasi melalui langkah-langkah teknis melainkan juga secara holistik, yakni bagaimana mencegah agar tidak terjadi.
"Pertama, saya ingin menjelaskan bahwa betapa perlunya menyadarkan masyarakat itu dengan menggunakan bahasa agama. Ini sangat penting, sebab jika ada iman di dalam hati setiap orang, maka perilaku perusakan di muka bumi, termasuk membakar hutan tidak akan terjadi," ujar Menag, Kamis, 13 Agustus 2026.
Salah satu langkah pendekatan spiritual menurut Menag, melalui khutbah di rumah-rumah ibadah yang menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, dan bahaya perusakan lingkungan. Menag juga menganjurkan untuk melaksanakan salat meminta hujan (Istisqa) di daerah-daerah yang tengah di landa kekeringan.
Selain itu, upaya yang telah dicanangkan oleh Kementerian Agama sebagai salah satu upaya pencegahan secara makro, yakni program Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Selama penerapan KBC ini, Menag menuturkan bahwa telah terjadi perubahan perilaku anak didik yang tidak hanya mencintai orang tua dan keluarganya, melainkan juga mencintai sesama dan antar pemeluk agama yang berbeda, bahkan terhadap alam semesta.
Terakhir, pihaknya juga menyatakan siap berpartisipasi dalam upaya mengatasi Karhutla, dengan dukungan unit-unit kerja Kemenag baik di pusat maupun daerah, termasuk menyediakan tempat ibadah dan aula madrasah sebagai posko bagi masyarakat yang terdampak Karhutla.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....