Kemenag Imbau Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan Datang Lebih Awal

  • 31 Jul 2026 14:23 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Agama selaku penanggung jawab penyelenggaraan, Zikir dan Doa Kebangsaan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, terus mematangkan persiapan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan khidmat.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Muchlis M. Hanafi, selaku Sekretaris Tim Kerja Kemenag untuk Zikir dan Doa Kebangsaan, mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir panitia memfokuskan perhatian pada kesiapan operasional di lapangan, mulai dari pengaturan akses peserta, pengamanan, layanan kesehatan, transportasi, hingga dukungan teknis lainnya.

“Seluruh aspek operasional terus kami siapkan melalui koordinasi yang erat dengan Sekretariat Negara, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta seluruh unsur panitia. Tujuan kami sederhana, yaitu memastikan seluruh peserta dapat mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan dengan aman, nyaman, tertib, dan khusyuk,” ujar Muchlis di Jakarta, Jum’at, 31 Juli 2026.

Menurut Muchlis, kegiatan yang diperkirakan diikuti sekitar 100.000 peserta tersebut, memerlukan dukungan seluruh pihak, termasuk kedisiplinan peserta dalam mengikuti ketentuan yang telah disiapkan panitia.

Selain datang lebih awal, panitia mengimbau seluruh peserta agar memperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Hadir sesuai titik kumpul dan estimasi waktu kedatangan yang telah dikoordinasikan melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama, instansi, atau kelompok masing-masing;

  2. Membawa perlengkapan ibadah bagi peserta muslim yang akan mengikuti Salat Magrib berjamaah;

  3. Membawa perlengkapan pribadi secukupnya mengingat kegiatan berlangsung di ruang terbuka;

  4. Mengikuti prosedur pemeriksaan keamanan yang diberlakukan di area masuk;

  5. Mengikuti arahan petugas dan koordinator lapangan terkait jalur masuk, titik kumpul, maupun jalur evakuasi apabila diperlukan;

  6. Menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan bersama selama kegiatan berlangsung.

Muchlis menjelaskan bahwa panitia juga telah menyiapkan berbagai sarana pendukung, antara lain penataan panggung utama, sistem suara, pos kesehatan, pos keamanan, pusat informasi, serta skema transportasi dan pengaturan mobilisasi peserta dari berbagai daerah, termasuk dari Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Seluruh kesiapan tersebut terus dimatangkan hingga menjelang hari pelaksanaan acara.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, tetapi juga oleh partisipasi aktif seluruh peserta dalam menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Muchlis berharap pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan tidak hanya menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa dibangun melalui sinergi antara ikhtiar lahir berupa kerja keras dan ikhtiar batin melalui doa serta rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....