Sekjen Kemenag Ingatkan Guru Besar Berikan Dampak Bagi Umat
- 27 Jul 2026 07:40 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Keberhasilan seorang profesor tidak cukup diukur dari tingginya jabatan akademik, maupun kedalaman ilmu yang dimiliki. Adapun yang lebih penting dari itu adalah sejauh mana ilmu tersebut mampu memberikan dampak nyata. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag), Prof. Kamaruddin Amin saat memberikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Pengukuhan 16 Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) di Lampung, pada Minggu, 26 Juli 2026.
Guru besar pun bukan sekadar jabatan akademik tertinggi, melainkan simbol otoritas keilmuan sekaligus penentu kualitas sebuah perguruan tinggi. Karena itu, jabatan profesor tidak hanya menunjukkan pencapaian akademik seseorang, tetapi juga membawa tanggung jawab besar untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan arah dalam bidang yang ditekuni.
"Menjadi guru besar adalah ultimate goal bagi seluruh dosen. Atas nama pribadi dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, saya merasa berbahagia dan bangga karena hari ini UIN Raden Intan Lampung mendapatkan tambahan 16 guru besar. Ketika seseorang telah menjadi guru besar, maka dialah orang yang paling otoritatif berbicara mengenai bidang ilmu yang menjadi amanahnya," katanya.
Kamaruddin menambahkan bahwa, berbagai perguruan tinggi terbaik di dunia membangun reputasi melalui para profesor yang terus mengembangkan ilmu pengetahuan, menghasilkan karya ilmiah, serta menjadi rujukan dalam bidang kepakarannya. Reputasi itu pula yang mampu menarik mahasiswa dari berbagai negara untuk datang belajar secara langsung.
Menurutnya, yang paling dikenal dari sebuah universitas bukan hanya rektor atau pimpinannya, melainkan para guru besar yang menghasilkan karya ilmiah dan pemikiran yang diakui secara internasional.
Ia berharap bertambahnya 16 guru besar di lingkungan UIN Raden Intan Lampung menjadi fondasi penting bagi penguatan kualitas akademik. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga memperkuat ekosistem akademik, memperluas reputasi perguruan tinggi, serta meningkatkan kontribusi bagi masyarakat.
Kamaruddin juga menyoroti posisi Indonesia sebagai negara yang majemuk dengan tingkat keberagaman yang tinggi. Menurutnya, Indonesia mampu menjadi salah satu contoh bagaimana Islam dapat berkontribusi dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai. Keberhasilan tersebut tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para ulama, akademisi, ilmuwan, dan guru besar yang selama ini mengembangkan ilmu sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....