Menteri Bappenas Dorong Hilirisasi Percepat Pertumbuhan Ekonomi Aceh

  • 09 Jul 2025 12:47 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudi, menyatakan hilirisasi ekonomi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah perlu dipercepat dan diperkuat untuk mendorong pertumbuhan berkualitas di Aceh. Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) 2025–2029 yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, Rabu (9/7/2025).

Dalam paparannya, Rachmat menilai potensi strategis wilayah Aceh cukup menjanjikan, seperti wilayah Pulau Weh Sabang. Menurutnya, wilayah tersebut sangat cocok jika dimaksimalkan untuk pertumbuhan ekonomi berbasis kawasan pesisir.

Ia mencontohkan, jika pengelolaan perikanan dan infrastruktur seperti pelabuhan laut dijalankan optimal, maka akan terjadi hilirisasi yang menghasilkan nilai tambah ekonomi langsung di daerah.

"Kalau hilirisasi terjadi, maka ada peningkatan nilai tambah. Kalau ada peningkatan nilai tambah, berarti ada pertumbuhan. Dan kalau pertumbuhan terjadi di daerah, maka dampaknya langsung dirasakan masyarakat," ujarnya.

Rachmat juga menyebutkan, Aceh juga sangat strategis jika dilihat dari sisi pembangunan dalam konteks geopolitik global, seperti potensi perkembangan jalur pelayaran Terusan Kra yang membelah Semenanjung Malaka di Thailand Selatan dan menghubungkan Laut Andaman dan Teluk Thailand. Potensi ini dinilai akan berdampak pada posisi strategis Aceh di peta ekonomi regional.

Disisi lain, Rachmat juga menyampaikan sinergi antara pusat dan daerah harus diperkuat untuk menurunkan angka kemiskinan yang stagnan di kisaran 9% sejak 2018. “Jika pembangunan dilakukan merata, maka indeks kemiskinan juga akan menurun,” jelasnya.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, lanjut Rachmat, akan dijalankan dengan pendekatan trisula pembangunan yang mencakup pertumbuhan ekonomi berkualitas, pengembangan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, serta percepatan penurunan angka kemiskinan.

“Kita ingin 8 strategi pembangunan nasional berjalan efektif, termasuk 17 program prioritas nasional dan penguatan 8 asa cita Bapak Presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju,” tegasnya.

Musrenbang RPJMA Aceh 2025–2029 secara resmi dibuka oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, dan para pemangku kepentingan dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....