Istitha’ah Jadi Prioritas Syarat Wajib Naik Haji
- 12 Jul 2025 17:53 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Pemerintah berkomitmen memperketat seleksi kesehatan bagi calon jemaah haji dimasa mendatang guna memastikan seluruh jemaah benar-benar istitha’ah atau layak berangkat secara fisik dan mental, sehingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai syariat.
Kabid P2P Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, Sp.KKLP, MKM menjelaskan bahwa untuk tahun ini seluruh tahapan pelayanan kesehatan jemaah telah dilaksanakan dengan baik mulai dari keberangkatan hingga kepulangan. Tahapan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, hingga pembinaan calon jemaah.
“Alhamdulillah, tim penerimaan jemaah dari awal hingga proses kepulangan sudah selesai di kloter 12. Layanan kesehatan kita terbagi dalam empat tahap, mulai masa keberangkatan, embarkasi, operasional, hingga kepulangan,” kata dr. Iman Murahman dalam Dialog RRI Banda Aceh, Kamis (10/7/2025).

Kabid P2P Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, Sp.KKLP, MKM (bawah) dalam Dialog RRI Banda Aceh, Kamis (10/7/2025).
Ia menjelaskan, meskipun rata-rata jemaah telah melalui pemeriksaan, masih ditemukan sekitar 20 orang yang terpaksa ditunda keberangkatannya karena tidak memenuhi syarat istitha’ah atau kelayakan kesehatan. Sebagian besar berasal dari Banda Aceh, Aceh Utara, Aceh Besar, dan Bireuen.
“Contohnya masih ada jemaah dengan kondisi demensia berat yang seharusnya tidak diberangkatkan karena tidak lagi mengetahui posisinya. Selain itu, penyakit seperti kolesterol, hipertensi, dan diabetes juga menjadi penyebab utama jemaah tertinggal atau meninggal di Tanah Suci,” jelasnya.
dr. Iman berharap, kedepan seleksi kesehatan jemaah haji dapat dilakukan lebih ketat dengan melibatkan Kementerian Agama, KUA, Puskesmas, serta Dinas Kesehatan kabupaten/kota. “Mudah-mudahan mulai Agustus atau September ini sudah terbentuk tim penentu istitha’ah jemaah haji untuk keberangkatan tahun 2026,” ungkapnya.
Dengan penerapan seleksi kesehatan yang lebih ketat dan kerja sama lintas instansi, diharapkan kualitas pelayanan haji semakin baik dan risiko jemaah gagal berangkat atau mengalami kendala kesehatan di Tanah Suci dapat diminimalkan. Dirinya mengimbau seluruh calon jemaah untuk mempersiapkan kondisi kesehatan sebaik mungkin sejak jauh hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....