Momentum Haji Menggabungkan Seluruh Pilar Keislaman
- 31 Mei 2025 03:18 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh : Ibadah haji merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Ia menjadi pilar penting dalam ajaran Islam, yang diwajibkan hanya bagi mereka yang mampu. Sebagai penutup dari rangkaian rukun Islam, haji mencakup seluruh aspek ibadah sebelumnya. Ibadah ini bukan sekadar ritual fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam.
"Dalam haji, seseorang kembali meneguhkan syahadatnya, bukan hanya diucap, tapi dihayati dalam setiap langkah ibadah. Ibadah puasa pun tersirat dalam pelaksanaan haji," ujar Ustaz Arif Fadilah, pengurus Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bersama RRI, Jumat (30/5/2025).

Ustaz Arif Fadilah, pengurus Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, (Foto : Kanan) saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bersama RRI, Jumat (30/5/2025).
Dijelaskan Ustaz Arif, jemaah dituntut untuk menahan diri dari segala yang membatalkan amalan haji. Salat tetap menjadi kewajiban yang ditegakkan selama menjalankan haji.
Selain itu menurutnya, di tanah suci, salat menjadi penguat jiwa, penyejuk hati, dan pengingat arah. Zakat juga tercermin dalam bentuk-bentuk pengorbanan selama haji.
Ketika jemaah melanggar larangan ihram, mereka dikenai dam sebagai bentuk tanggung jawab. Haji adalah ibadah yang menyatukan seluruh elemen Islam dalam satu perjalanan.
Ibadah ini menyatukan fisik, harta, dan hati untuk satu tujuan, yaitu menggapai ridha Allah. Oleh karena itu, haji bukan hanya kewajiban, tapi juga momentum pembersihan diri untuk kembali kepada fitrah, kepada jiwa yang suci dan berserah.
Dengan demikian, setiap Muslim yang berhaji hendaknya menjadikan ibadah ini sebagai titik balik. "Titik balik menuju kehidupan yang lebih taat, lebih ikhlas, dan lebih bertakwa," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....