Garuda Angkat Identitas Aceh di Udara

  • 23 Mei 2025 16:22 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Aceh Besar: Garuda Indonesia mendapat apresiasi luas setelah kru pesawat yang melayani penerbangan haji dari Aceh menggunakan bahasa Aceh berkomunikasi dengan penumpang yang merupakan Jemaah haji. Sebelumnya viral seorang pilot Garuda dengan nomor penerbangan GIA2101menyapa para Jemaah haji lewat pengeras suara dengan menggunakan Bahasa Aceh.

Pilot tersebut diketahui bernama Ichsan, pria kelahiran Asoe Nanggroe Banda Aceh 1980, dipercaya Kembali membawa jamaah haji asai Aceh dengan menggunakan pesawat Garuda Boeing 777 300 ER berkapasitas 400 jamaah dari Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh Menuju bandara King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi. Dia dipercaya untuk menerbangkan Jemaah haji Aceh kloter pertama.

“Senang sekali hampir setiap musim haji saya dipercaya oleh perusaan penerbangan tempat saya bekerja untuk mengangkut jamaah haji asal Aceh, dan bisa menyampaikan info penerbangan dengan bahasa aceh dari ruang kabin. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi saya,” sebut bapak muda beranak satu, Rabu (21/5/2025).

Mengawali karirnya di perusaan penerbangan seulawah air tahun 2001, Ichsan kemudian hijrah ke perusahaan penerbangan Batavia Air tahun 2003 Batavia Air menghentikan operasinya, tidak berhenti disitu tahun 2009 ia mulai masuk sekolah Pilot, tahun 2013 ia bergabung sebagai Pilot di Perusahaan penerbangan plat merah Garuda Indonesia.

General Manager Garuda Indonesia Aceh, Nano Setiawan, menyatakan, Inisiatif sang pilot menurutnya menjadi bentuk penghormatan terhadap identitas budaya lokal sekaligus memudahkan komunikasi dengan jemaah lanjut usia.

"Memang kemarin cukup viral saat kru kami dari Aceh menyampaikan pengumuman dalam bahasa Aceh di dalam pesawat. Ini salah satu terobosan yang menurut saya tidak dilakukan di embarkasi lain,” ujar Nano dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh dalam dialog luar studio di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Kamis (22/5/2025).

Menurutnya, penggunaan bahasa daerah ini bukan sekadar simbolis, tetapi juga berfungsi praktis dalam meningkatkan kenyamanan dan pemahaman jemaah, khususnya para lansia dan mereka yang tidak fasih berbahasa Indonesia atau Arab.

Terobosan penggunaan bahasa daerah dalam layanan penerbangan haji ini, ungkap Nano, mendapat respons positif dari masyarakat Aceh, yang melihatnya sebagai bentuk perhatian khusus terhadap jemaah dari daerah istimewa ini.

Langkah ini pun selaras dengan semangat pelayanan Garuda Indonesia untuk memberikan pengalaman terbaik selama perjalanan ibadah. Terlebih, penerbangan jemaah haji asal Aceh menggunakan pesawat berkapasitas 389 kursi, termasuk 26 kursi kelas bisnis yang diprioritaskan untuk lansia dan disabilitas.

“Kita ingin memastikan bahwa pelayanan menyentuh aspek emosional dan kultural jemaah. Ketika mereka mendengar bahasa ibu mereka di udara, itu memberikan rasa tenang dan nyaman,” tambah Nano.

Selain aspek komunikasi, kata Nano, Garuda juga menyediakan fasilitas tambahan seperti ransel untuk keperluan jemaah saat di Arafah, serta bus ber-AC dan toilet untuk transportasi dari asrama ke bandara dan saat kepulangan nanti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....