Kemenag Aceh Fokus Layani Jamaah Lansia dan Disabilitas
- 22 Mei 2025 22:22 WIB
- Banda Aceh
KBRN,Banda Aceh: Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh menegaskan bahwa secara umum tidak ada tantangan besar dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 ini. Namun, terdapat penambahan tanggung jawab yang cukup penting, yaitu kehadiran jamaah lanjut usia (lansia) dan jamaah dengan kebutuhan khusus atau disabilitas dalam jumlah yang signifikan. Tahun ini, Aceh mendapatkan kuota sebanyak 219 orang jamaah lansia dan 16 orang jamaah disabilitas, yang menjadi fokus perhatian khusus dari panitia penyelenggara.
“Berbicara tantangan untuk haji tahun ini, sebenarnya tidak ada tantangan yang berarti. Cuman, tahun ini kita diberikan kuota lansia sebanyak 219 orang dan disabilitas 16 orang. Jadi ini bukanlah hambatan, melainkan tugas tambahan yang harus kita emban dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh panitia penyelenggara haji tahun ini,” ujar Azhari, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif di PRO 1 RRI Banda Aceh, Kamis (22/5/2025).
Ketua PPIH Embarkasi Aceh itu juga menjelaskan bahwa dirinya telah menginstruksikan kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang berada di Tanah Suci untuk memberikan perhatian khusus kepada jamaah lansia, terutama bagi mereka yang tidak memiliki saudara, kerabat, atau mahram yang menemani. Menurutnya, pendampingan yang optimal sangat penting agar para jamaah yang tergolong rentan ini tetap bisa menjalankan ibadah dengan aman, tenang, dan lancar.
“Dan saya juga telah memberi tahu kepada pihak PPIH yang ada di sana nanti, khususnya bagi jamaah lansia yang tidak memiliki saudara ataupun mahramnya agar dijaga sebaik mungkin. Kalau pun ada keluarganya yang turut mendampingi, kita juga sampaikan kepada pihak keluarga agar benar-benar memperhatikan kebutuhan dan kondisi para lansia serta jamaah disabilitas selama di Tanah Suci,” tambahnya.
Azhari juga menekankan pentingnya komitmen dan dedikasi tinggi dari seluruh petugas PPIH, terutama dalam menghadapi dinamika di lapangan. Ia meminta agar para petugas memiliki kepekaan sosial, ketulusan, dan semangat kerja ekstra, agar para jamaah asal Aceh, terutama yang lansia dan disabilitas, dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan maksimal.
“Saya juga menyampaikan kepada anggota PPIH yang bertugas di sana nanti bahwa mereka harus punya perhatian khusus terhadap seluruh jamaah. Tidak hanya melayani secara teknis, tapi juga secara emosional dan spiritual. Mereka harus bekerja dengan ekstra keras, agar seluruh jamaah haji asal Aceh bisa menjalankan ibadah hajinya dengan baik, nyaman, dan khusyuk,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....