Waspada, Penyakit Jantung Penyebab Utama Kematian Jemaah Haji
- 24 Apr 2025 19:09 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan jemaah haji, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit tidak menular seperti jantung, diabetes melitus (DM), dan gangguan paru. Hal ini disampaikan oleh dr. Iman Murahman, Sp.KKLP, MKM, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh dalam wawancara bersama RRI Banda Aceh, Selasa (15/4/2025).
Menurut dr. Iman, penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di kalangan jemaah haji, baik secara nasional maupun di Aceh. Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa sekitar 70 persen jemaah haji asal Aceh tergolong lanjut usia (lansia).
“Beberapa jemaah akan diberikan gelang identifikasi (jam) yang terkoneksi langsung dengan petugas kesehatan di kloter masing-masing. Tujuannya agar penanganan terhadap jemaah berisiko tinggi bisa lebih cepat dan tepat,” jelasnya.
Selain penyakit jantung dan metabolik, penyakit paru seperti tuberkulosis (TBC) juga menjadi perhatian serius, terutama karena sifatnya yang menular. Pemeriksaan ketat terhadap jemaah dengan gejala TBC dilakukan sejak di embarkasi.
“Jika ada kecurigaan TBC, jemaah akan diperiksa ulang di RSUD dr. Zainoel Abidin. Ini penting untuk mencegah potensi penularan selama berada di Tanah Suci, karena TBC sangat mudah menyebar,” tambah dr. Iman.
Ia menegaskan, bila ada jemaah yang teridentifikasi TBC aktif saat sudah berada di Arab Saudi, maka besar kemungkinan akan mengalami isolasi panjang dan bahkan bisa tertunda kepulangannya karena harus menjalani pengobatan yang memakan waktu lama.
Dinkes Aceh, kata Iman juga tengah melakukan penyesuaian jumlah petugas kesehatan dalam kloter untuk memperkuat pemantauan dan layanan kesehatan jemaah selama proses ibadah haji berlangsung.
Menurut data dari Kementerian Agama Provinsi Aceh, kuota Jemaah haji Aceh pada tahun 2025 sebanyak 4.378 orang. Jumlah kuota tersebut terdiri dari 4.110 jemaah reguler, 219 lansia (lanjut usia) prioritas, 36 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 13 petugas kloter. Pemberangkatan jemaah akan dimulai pada gelombang kedua dengan jadwal masuk Asrama Haji pada 17 Mei dan keberangkatan menuju Arab Saudi sehari setelahnya, yakni 18 Mei 2025.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....