Waspadai Konten Kekerasan, Remaja Diminta Bijak Bermedsos

  • 13 Agt 2026 15:39 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Remaja dinilai menjadi kelompok rentan terhadap paparan konten kekerasan di media sosial karena masih berada dalam fase pencarian jati diri. Hal tersebut disampaikan Plh. Kasatgaswil Aceh Densus 88, AKBP Goentoro Wisnoe Tjahjono, S.Pd., MH dalam perbincangan Perempuan dan Anak RRI Banda Aceh, Senin 10 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut kerap dimanfaatkan kelompok kekerasan untuk mendekati dan memengaruhi remaja melalui ruang digital. Guntoro menjelaskan, kerentanan remaja dipengaruhi faktor psikologis dan perkembangan teknologi yang membuka ruang interaksi tanpa batas. “Kalau secara psikologis, anak-anak ini kan masih dalam pencarian jati diri,” ujarnya.

Menurutnya, kelompok kekerasan memanfaatkan kebutuhan remaja terhadap figur yang dianggap cocok dan dapat menjadi tempat berbagi cerita. Ia mengatakan pendekatan tersebut dapat dilakukan melalui percakapan di media sosial maupun ruang digital yang biasa digunakan remaja untuk berkomunikasi.

Secara teknologi, Ia menyebut berdasarkan pemantauan patroli siber, terdapat anak yang terpapar konten kekerasan melalui media sosial.

Guntoro mengingatkan remaja dan orang tua untuk mengenali tanda-tanda konten berbahaya, seperti video kekerasan sadistis, glorifikasi pelaku teror, ajakan menutup diri, serta narasi yang memanipulasi empati.

“Konten semacam itu dapat dikonsumsi berulang melalui algoritma media sosial hingga memengaruhi cara pandang dan dianggap sebagai sebuah kebenaran,” ungkapnya.

Karena itu, ia sebutkan, literasi digital dan pendampingan orang tua menjadi bagian penting dalam mencegah paparan sejak dini. Dirinya menegaskan, perlindungan remaja tidak cukup dilakukan melalui penindakan, tetapi membutuhkan pengawasan, edukasi, dan keterlibatan keluarga serta lingkungan.

Dengan pendampingan yang tepat, ruang digital diharapkan menjadi sarana tumbuh dan berkarya, bukan pintu masuk bagi pengaruh kekerasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....