Imigrasi: Warga Aceh Rentan Jadi Korban TPPO

  • 30 Sep 2025 20:39 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh mengungkap berbagai modus yang kerap digunakan pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) untuk menyelundupkan korban, baik melalui jalur resmi maupun tidak resmi.

Kabid Wasdakim Kanwil Dirjen Imigrasi Aceh, Mohamad Agus Sofani, menjelaskan salah satu modus yang sering ditemui adalah dengan alasan ingin mengunjungi keluarga di Malaysia.

“Rata-rata mereka menggunakan alasan ingin menemui keluarganya di Malaysia. Padahal, ujung-ujungnya justru untuk bekerja di sana,” ujar Agus dalam dialog bersama RRI Banda Aceh.

Menurutnya, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Imigrasi karena permohonan paspor dengan tujuan keluarga sering kali terlihat wajar, namun berpotensi dimanfaatkan untuk kegiatan nonprosedural.

Agus menegaskan, pihaknya selalu melakukan verifikasi mendalam terhadap dokumen pendukung dalam pengajuan paspor. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari edukasi agar masyarakat lebih waspada terhadap praktik perekrutan ilegal.

“Tidak semua permohonan paspor dengan undangan keluarga berpotensi TPPO. Tetapi kami tetap melakukan penggalian tujuan keberangkatan secara detail,” tambahnya.

Ia menyebut, Malaysia bukan lagi satu-satunya tujuan pekerja migran nonprosedural. Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara seperti Vietnam dan Kamboja justru menjadi tujuan yang lebih rentan menjerat korban perdagangan orang.

“Kalau ke Malaysia kemungkinan potensi TPPO relatif kecil. Yang rentan justru ke negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara seperti Vietnam dan Kamboja,” ungkap Agus.

Imigrasi Aceh menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan, sekaligus meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak dalam mencegah terjadinya TPPO.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....