Ketika Model Kit Menyatukan Penggemar dari Lintas Usia

  • 16 Sep 2026 23:39 WIB
  •  Banda Aceh

RRI. CO. ID, Banda Aceh – Komunitas Aceh Mokit menjadi wadah bagi masyarakat Aceh yang memiliki minat terhadap model kit, action figure, dan berbagai barang koleksi. Komunitas yang masih tergolong baru tersebut menghimpun penggemar dari berbagai usia dan latar belakang melalui kegiatan merakit, berbagi pengalaman, hingga pertemuan komunitas.

Founder Aceh Mokit, Faruq Miqdad, dalam program Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) Programa 1 RRI Banda Aceh, Selasa (15/9/2026), mengatakan Aceh Mokit dibentuk untuk mengumpulkan para penggemar model kit yang sebelumnya menjalankan hobi secara sendiri-sendiri. Menurutnya, ketertarikan terhadap model kit di Aceh sebenarnya telah berlangsung cukup lama, tetapi belum terwadahi dalam sebuah komunitas.

Faruq menjelaskan, model kit merupakan produk yang harus dirakit secara manual sebelum menjadi bentuk akhir, seperti robot, kendaraan, maupun karakter dari film dan animasi. Proses tersebut tidak hanya membutuhkan ketelitian, tetapi juga kemampuan memecahkan masalah, mengingat setiap bagian harus dipasang sesuai petunjuk. Model yang telah selesai dirakit juga masih dapat dikustomisasi melalui pengecatan ulang, detailing, maupun penggabungan beberapa model.

Faruq menambahkan, tantangan dalam hobi model kit antara lain membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta keterampilan menggunakan berbagai peralatan. Beberapa model, terutama produk tertentu, membutuhkan waktu berhari-hari hingga lebih dari sebulan untuk menyelesaikan proses perakitan dan kustomisasi. Karena itu, bagi anggota Aceh Mokit, proses merakit menjadi bagian penting dari kepuasan dalam menjalankan hobi, bukan sekadar menghasilkan koleksi yang sudah jadi.

Ke depan, Aceh Mokit berharap dapat memperluas jaringan anggota, memperkenalkan model kit kepada masyarakat, serta memperoleh ruang dan dukungan untuk menggelar kegiatan yang lebih besar. Faruq berharap komunitas dapat semakin solid dan suatu saat mampu mengadakan pameran atau kegiatan berskala lebih besar di Banda Aceh.

Sementara itu, Juru Bicara Aceh Mokit, M. Rizky Syahputra, mengatakan komunitas tersebut terbuka bagi siapa saja, tanpa membatasi usia maupun gender. Anggotanya terdiri dari pelajar hingga orang dewasa, dengan jumlah anggota dalam grup komunitas mencapai sekitar 60 orang. Sebagian anggota bahkan tetap bergabung meskipun telah berdomisili di luar Aceh.

Menurut Rizky, kegiatan Aceh Mokit tidak hanya berfokus pada aktivitas merakit. Aceh Mokit juga telah menggelar pertemuan komunitas yang mendapat respons lebih besar dari perkiraan. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi anggota untuk memperkenalkan hasil rakitan, bertukar pengalaman, sekaligus membantu anggota lain menyelesaikan kendala teknis.

Rizky juga mengajak masyarakat yang tertarik dengan model kit untuk tidak ragu memulai dan bergabung dengan komunitas. Menurutnya, hobi tersebut dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, problem solving, sekaligus membangun pertemanan melalui aktivitas yang dilakukan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....