Memperingati International Cat Day, Cat Lovers Gelar Tribute Kucing Kampung
- 10 Agt 2026 07:23 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO.ID, Banda Aceh — Cat Lovers Banda Aceh menggelar “Tribute to Kucing Kampung” pada 7–9 Agustus 2026. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan kucing kampung.
Ketua Panitia Penyelenggara, dr. Natalina Christanto mengatakan kepada RRI, Minggu, 9 Agustus 2026, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh dengan Cat Lovers Banda Aceh. Kegiatan turut melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), dokter hewan, dan dosen.
“Selain memperingati International Cat Day, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan hewan juga berkaitan dengan kesehatan manusia,” kata Natalina.
Rangkaian kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh Iskandar, S.Sos, M.Si . Dalam pembukaan, Iskandar mendukung kegiatan positif tersebut.
“Pemerintah Kota Banda Aceh melalui DP2KP mendukung rangkaian kegiatan International Cat Day 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan dan kesehatan hewan, sekaligus membangun lingkungan yang aman dan harmonis antara manusia dan kucing," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kesehatan hewan, masyarakat, dan lingkungan melalui penerapan prinsip One Health.
Sterilisasi Gratis Khusus Kucing Kampung
Salah satu kegiatan utama berupa sterilisasi gratis khusus kucing kampung di kawasan Pasar Al-Mahirah, Lamdingin. Sterilisasi dilakukan sebagai upaya membantu mengendalikan populasi kucing secara bertanggung jawab, khususnya kucing yang hidup bebas di lingkungan masyarakat.
“Pertumbuhan populasi yang tidak terkendali dapat menimbulkan persoalan kesehatan dan kesejahteraan hewan. Karena itu, sterilisasi menjadi salah satu pendekatan untuk mengendalikan populasi secara berkelanjutan,” ujar Natalina.
Menurutnya, pengendalian populasi tidak hanya berorientasi pada pengurangan jumlah hewan. Prinsip animal welfare tetap harus menjadi bagian dalam pelaksanaannya.
“Kucing tetap perlu mendapatkan penanganan yang layak, manusiawi, dan sesuai dengan kebutuhan kesejahteraannya. Jadi, pengendalian populasi tidak boleh mengesampingkan kesehatan dan hak dasar hewan untuk mendapatkan perlakuan yang baik,” katanya.
Vaksinasi Rabies Gratis
Selain sterilisasi, kegiatan di Plaza Aceh diisi vaksinasi rabies gratis dan fun games yang ditujukan khusus bagi kucing kampung. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi masyarakat mengenai kesehatan hewan dan pencegahan penyakit yang berpotensi menular dari hewan ke manusia.
Edukasi rabies disampaikan dokter hewan dengan membahas pentingnya vaksinasi sebagai langkah pencegahan penyakit yang memiliki tingkat fatalitas sangat tinggi setelah munculnya gejala klinis. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai risiko rabies dan penanganan yang tepat terhadap kejadian yang berpotensi menyebabkan penularan.
“Vaksinasi rabies merupakan salah satu langkah penting dalam pencegahan. Masyarakat perlu mengenali risikonya dan mengetahui penanganan yang tepat apabila terjadi kejadian yang berpotensi menyebabkan penularan,” kata Natalina.
Pemeriksaan Risiko Zoonosis
Pada kegiatan di Plaza Aceh, mahasiswa FKH turut melakukan pemeriksaan sampel melalui metode swab. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu mengetahui ada atau tidaknya bakteri yang berpotensi membahayakan kesehatan dan berkaitan dengan risiko zoonosis.
Pelaksanaan pemeriksaan dimonitor sejumlah dosen dan dokter hewan. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan hewan secara tepat.
“Mahasiswa mendapatkan kesempatan belajar langsung di lapangan, mulai dari pemeriksaan sampel hingga pemantauan kesehatan hewan. Prosesnya tetap didampingi dan dimonitor dosen serta dokter hewan,” ujarnya.
Tribute to Kucing Kampung: Membangun Kepedulian Terhadap Kucing Kampung
Natalina mengatakan kepedulian terhadap kucing kampung perlu ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. Kucing yang hidup di sekitar masyarakat merupakan bagian dari ekosistem dan perlu dikelola secara bertanggung jawab.
“Kepedulian dapat diwujudkan melalui vaksinasi, pemeriksaan kesehatan, sterilisasi, pemberian perawatan yang layak, serta penanganan hewan secara manusiawi,” katanya.
Menurut Natalina, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk penerapan One Health karena menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Pencegahan rabies, pemantauan potensi bakteri yang berisiko menjadi zoonosis, pengendalian populasi, dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi bagian yang saling mendukung.
Ia menambahkan, upaya menjaga kesehatan hewan dan mencegah zoonosis membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi DP2KP, Cat Lovers Banda Aceh, mahasiswa FKH, dosen, dokter hewan, dan masyarakat diperlukan agar edukasi, pencegahan, pemeriksaan, dan pengendalian dapat berjalan berkelanjutan.
“Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa mencegah zoonosis dapat dimulai dari menjaga kesehatan hewan. Vaksinasi, pemeriksaan kesehatan, sterilisasi, dan penerapan animal welfare merupakan bagian dari upaya menciptakan hubungan yang lebih sehat dan harmonis antara manusia dan hewan,” ujar Natalina.
Ia mengatakan “Tribute to Kucing Kampung” tidak hanya menjadi momentum memperingati International Cat Day, tetapi juga ruang edukasi dan kolaborasi masyarakat.
“Kami ingin kegiatan ini membangun kesadaran mengenai kesehatan hewan, pencegahan zoonosis, pengendalian populasi yang bertanggung jawab, dan penerapan One Health,” kata Natalina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....