PFI Gelar Pameran Foto "Prahara Pulau Emas" di Banda Aceh
- 03 Agt 2026 15:47 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh menggelar roadshow pameran dan peluncuran buku foto jurnalistik bertajuk "Prahara Pulau Emas" di Kota Banda Aceh mulai dari tanggal 3-8 Juli 2026. Pameran yang menghadirkan 68 karya dari 38 pewarta foto dari seluruh indonesia tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal di Museum Tsunami Aceh, Senin, 3 Juli 2026.
Banda Aceh menjadi kota kedua penyelenggaraan pameran setelah sebelumnya dibuka di Padang, Sumatera Barat dan direncanakan berakhir di Kota Medan, Sumatra Utara.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif pameran tersebut. Menurutnya, karya fotografi jurnalistik bukan sekadar foto biasa, melainkan rekam jejak sejarah yang jujur dan dapat menjadi pijakan pemerintah dalam merumuskan kebijakan daerah tangguh bencana.
"Pameran ini bukan menampilkan gambar yang biasa, melainkan rekaman sejarah. Ketika masyarakat tidak merawat bumi, dampaknya jauh lebih besar. Pembelajaran ini penting agar pemerintah mempersiapkan diri menjadi daerah yang tangguh bencana. Pemerintah yang butuh pewarta foto untuk merekam kondisi nyata di lapangan," ujar Illiza.
Illiza menegaskan, karya fotografi jurnalistik mampu menggerakkan kepedulian publik dan mendatangkan bantuan kemanusiaan secara luas melebihi sekadar pidato pejabat.

Sementara itu, Ketua PFI Pusat, Dwi Pambudo, menyampaikan bahwa pameran dan buku foto ini disusun sebagai monumen ingatan kolektif atas berbagai musibah kebencanaan yang melanda wilayah Sumatra, termasuk Aceh, Medan, dan Padang.
"Kamera pewarta foto bukan sekadar alat bekerja, melainkan saksi visual atas runtuhnya ruang hidup sekaligus penuntun kemanusiaan. Kami menghadirkan karya ini secara beretika untuk melayakan ketangguhan manusia dalam melewati masa-masa sulit, bukan untuk mengeksploitasi penderitaan," tegas Dwi Pambudo.
Ia menambahkan, kehadiran karya-karya ini diharapkan dapat memperkuat edukasi mitigasi bencana serta menjadi bentuk penghormatan kepada nilai-nilai kemanusiaan.
Sementara itu, Ketua PFI Aceh, M. Anshar, mengungkapkan bahwa pameran ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan PFI Pusat, Yayasan Riset Visual Mata Waktu, pemerintah daerah, BUMD, serta sektor swasta. Anshar menekankan bahwa karya jurnalistik tidak hanya berhenti pada dokumentasi, tetapi juga melahirkan aksi nyata di lapangan.
"Foto jurnalistik tidak hanya merekam peristiwa, tetapi juga mampu menggerakkan kepedulian. Melalui dukungan PFI Pusat, kami memperoleh amanah membangun sumur air bersih di rumah ibadah Desa Meunasah Lueng, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya. Ini bukti nyata bahwa foto mampu menghadirkan keberdayaan bagi masyarakat," ungkap Anshar.
Selain pameran dan buku foto, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan lokakarya (workshop) fotografi jurnalistik bagi mahasiswa dan komunitas fotografi di Aceh untuk melahirkan generasi pewarta foto yang profesional, beretika, dan berjiwa kemanusiaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....