Libur Sekolah, Orang Tua Diajak Batasi Screen Time Anak

  • 30 Jun 2026 13:17 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Libur sekolah menjadi momen yang tepat bagi orang tua untuk mempererat kebersamaan dengan anak. Namun, di tengah kemudahan akses gawai dan hiburan digital, orang tua juga diimbau memperhatikan durasi penggunaan layar (screen time) agar anak tetap aktif secara fisik dan sosial.

Berdasarkan panduan pengasuhan dari UNICEF, orang tua dianjurkan membuat aturan penggunaan gawai yang disepakati bersama anak. Selain membatasi durasi penggunaan layar, orang tua juga disarankan mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital serta mendorong aktivitas lain yang lebih interaktif.

UNICEF juga menyarankan agar waktu libur dimanfaatkan untuk kegiatan bersama keluarga, seperti membaca buku, bermain permainan tradisional, berolahraga, memasak, atau mengunjungi ruang terbuka. Aktivitas tersebut dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan anak terhadap layar sekaligus memperkuat hubungan dalam keluarga.

Sementara itu, WHO dalam pedoman aktivitas fisik untuk anak usia dini merekomendasikan agar anak tidak menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar. Untuk anak usia 2 hingga 5 tahun, durasi penggunaan layar rekreasi sebaiknya tidak lebih dari satu jam per hari, bahkan semakin sedikit semakin baik.

Sejumlah penelitian di Indonesia juga menunjukkan bahwa pengawasan orang tua berperan penting dalam mengendalikan durasi penggunaan gawai. Orang tua yang menerapkan aturan secara konsisten, memberikan contoh penggunaan gawai yang sehat, serta mengajak anak melakukan aktivitas alternatif cenderung memiliki anak dengan durasi screen time yang lebih rendah.

Libur sekolah juga dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan anak pada kegiatan di luar rumah, seperti bersepeda, berkebun, mengunjungi perpustakaan, museum, atau tempat wisata edukatif. Selain mengurangi waktu di depan layar, aktivitas tersebut dapat membantu mengembangkan kemampuan sosial, kreativitas, dan rasa ingin tahu anak.

Dengan pendampingan yang tepat, penggunaan perangkat digital tetap dapat memberikan manfaat sebagai sarana belajar maupun hiburan. Namun, keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas fisik tetap menjadi kunci agar tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....