Bukan Sekadar Rahasia, Ini Alasan Psikologis Orang Memiliki Second Account

  • 17 Jun 2026 14:40 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh-Fenomena memiliki second account atau akun kedua di media sosial semakin umum terjadi, terutama di kalangan generasi muda. Jika akun utama biasanya digunakan untuk membangun citra diri yang lebih formal dan dapat diakses oleh banyak orang, akun kedua justru menjadi ruang yang lebih privat untuk mengekspresikan diri secara bebas. Sejumlah riset menunjukkan bahwa kebiasaan ini tidak selalu berkaitan dengan sikap tertutup, melainkan menjadi cara seseorang mengelola identitas digitalnya.

Dilansir dari laman Beautynesia. Dalam beberapa jurnal penelitian yang banyak dilakukan dapat disimpulkan bahwa, orang cenderung membagikan citra diri, konten estetik, dan fokus dengan eksistensi publik. Sementara, akun kedua dibuat untuk mengekspresikan diri lebih bebas dan lepas. Akun kedua dinilai menjadi ruang pribadi yang lebih aman dari tekanan sosial di akun pertama.

Ciri lainnya adalah tingginya kesadaran terhadap privasi. Orang dengan akun kedua umumnya lebih selektif dalam menentukan siapa saja yang dapat mengakses unggahan mereka. Mereka memahami bahwa media sosial merupakan ruang publik yang dapat memengaruhi reputasi, sehingga memilih memisahkan konten pribadi dengan konten yang bersifat profesional atau konsumsi umum.

Riset juga menemukan bahwa pemilik second account cenderung memiliki kebutuhan akan dukungan sosial yang lebih kuat dari lingkaran pertemanan dekat. Akun tersebut sering digunakan untuk berbagi keluh kesah, humor internal, hingga pengalaman sehari-hari yang dianggap terlalu personal untuk dipublikasikan secara luas. Dengan demikian, akun kedua dapat berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan dengan kelompok yang dipercaya.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa memiliki second account bukanlah indikator kepribadian yang negatif. Kebiasaan ini lebih mencerminkan kemampuan individu dalam menyesuaikan diri dengan dinamika kehidupan digital yang kompleks. Selama digunakan secara bijak dan tidak untuk tujuan merugikan orang lain, keberadaan akun kedua dapat menjadi strategi sehat dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan berekspresi, privasi, dan identitas diri di era media sosial.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....