Novel Gadis Kretek Diterbitkan dalam Versi Bahasa Korea

  • 27 Mar 2026 19:30 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Seoul – Karya sastra Indonesia kembali menembus pasar internasional. Novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala resmi diterbitkan dalam versi Bahasa Korea Selatan melalui dukungan HansaeYes24 Foundation.

Peluncuran novel tersebut digelar di ASEAN-Korea Centre, Seoul, pada pertengahan Maret 2026. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Southeast Asian Literature Series yang bertujuan memperkenalkan karya sastra Asia Tenggara kepada pembaca Korea.

Chairperson HansaeYes24 Foundation, Baek Soomi, menilai kehadiran karya dari Asia Tenggara penting untuk memperkaya perspektif pembaca di Korea. Ia menegaskan, keterbukaan terhadap literatur lintas budaya dapat memperkuat dialog antarbangsa.

Menurutnya, di tengah popularitas budaya Korea di dunia, masyarakat Korea juga perlu mengenal karya dari negara lain. Ia berharap penerbitan Gadis Kretek mampu menjadi jembatan yang mempererat hubungan budaya kedua kawasan.

Sementara itu, Ratih Kumala mengaku bersyukur karyanya dapat menjangkau pembaca internasional. Ia menjelaskan, novel tersebut terinspirasi dari kisah kakeknya yang merupakan pengusaha kretek di Jawa Tengah, yang kemudian dikembangkan menjadi cerita fiksi sejarah.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, menyebut penerbitan ini sebagai bagian dari upaya diplomasi budaya. Menurutnya, literatur menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan nilai, sejarah, dan kehidupan masyarakat Indonesia kepada publik Korea.

Ia menambahkan, hubungan Indonesia dan Korea selama ini terjalin kuat di bidang ekonomi dan diplomatik. Melalui karya sastra seperti Gadis Kretek, kedua negara diharapkan dapat saling memahami budaya masing-masing secara lebih mendalam.

Gadis Kretek merupakan karya kedua dari Indonesia yang diterjemahkan oleh HansaeYes24 Foundation, setelah novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka yang diterbitkan pada 2022. Novel ini pertama kali dirilis di Indonesia pada 2012 oleh Gramedia Pustaka Utama.

Popularitas cerita ini semakin meningkat setelah diadaptasi menjadi serial di Netflix pada 2023, yang dibintangi Dian Sastrowardoyo.

Selama berada di Korea, Ratih Kumala juga mengikuti sejumlah agenda promosi, termasuk diskusi buku di Seoul Film Center dan acara Book Concert bertajuk “Beyond the Smoke” di Gwangju.

Sebagai bagian dari promosi budaya, Kedutaan Besar RI di Seoul turut memperkenalkan kopi khas Gayo dalam bentuk drip bag. Upaya ini diharapkan dapat memperluas pengenalan Indonesia, tidak hanya melalui karya sastra, tetapi juga melalui kekayaan kuliner Nusantara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....