Istikamah di Era FOMO, Mampukah Generasi Muda?

  • 28 Feb 2026 16:45 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Fenomena fear of missing out (FOMO) di kalangan anak muda dinilai sebagai hal yang wajar selama diarahkan pada hal-hal positif. Namun, tanpa niat dan tujuan yang jelas, tren tersebut berpotensi membawa generasi muda pada perilaku yang kurang produktif.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kaderisasi Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Banda Aceh, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Deni Tegar Anjasmara, dalam perbincangan bersama RRI Pro 2 Banda Aceh, Rabu 25 Februari 2026.

Menurut Deni, anak muda saat ini memiliki kreativitas tinggi dan ide-ide yang lahir begitu cepat, terutama melalui media sosial. Bahkan, kata dia, sesama generasi muda terkadang dibuat heran dengan berbagai gebrakan yang muncul.

“Selama itu positif, tidak masalah. Anak-anak muda memang selalu punya ide dan gebrakan baru. Tapi semua itu pasti berawal dari niat untuk melakukan sesuatu,” ujarnya.

Deni menekankan bahwa niat memiliki peran besar dalam menjaga konsistensi atau istiqamah seseorang dalam mencapai tujuan. Ia mengutip hadis “innamal a’malu binniat” yang menegaskan bahwa setiap amal bergantung pada niatnya.

“Kalau niatnya baik, insyaallah akan ada konsistensi dan arah yang jelas. Niat itu yang membawa kita kepada tujuan yang ingin dicapai, terutama dalam hal-hal positif,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya mengelola waktu. Menurutnya, banyak perilaku negatif muncul karena adanya waktu kosong yang tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Orang cenderung melakukan hal-hal yang kurang produktif ketika tidak punya aktivitas. Karena itu, istiqamah juga sangat terkait dengan bagaimana kita mengisi waktu,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Deni turut membagikan pengalaman pribadinya saat menempuh pendidikan di Pesantren Babun Najah. Ia mengaku memiliki motivasi kuat untuk membahagiakan kedua orang tuanya.

“Setiap hari saya melihat foto orang tua saya. Saya tanamkan dalam diri bahwa saya harus membahagiakan mereka. Saya ingin membuat mereka menangis, bukan karena penyesalan, tetapi karena bangga terhadap prestasi yang saya capai,” ungkapnya.

Ia menilai, memiliki tujuan yang jelas dan kutipan motivasi atau prinsip hidup dapat membantu generasi muda tetap fokus dan tidak mudah terpengaruh arus tren sesaat.

Deni berharap anak muda mampu memanfaatkan fenomena FOMO sebagai pemicu untuk berlomba dalam kebaikan, bukan sekadar mengikuti tren tanpa arah.

“Kalau memang ingin berhasil, harus punya niat yang kuat dan tujuan yang jelas. Dari situ akan lahir konsistensi,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....