Menikmati Proses Kreatif dari Hobi Jadi Perjalanan Hidup
- 20 Nov 2025 16:59 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Banyak orang menganggap hobi sebagai ruang untuk melarikan diri dari tekanan pekerjaan dan rutinitas. Namun bagi sebagian lainnya, hobi justru menjadi pintu untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. Fenomena ini menjadi salah satu pengalaman menarik yang dibagikan oleh M. Talal, dalam dialog interaktif Cek Cerita Kamu di RRI Pro 2 Banda Aceh, Senin (17/11/2025) saat membahas bagaimana seseorang memaknai dan menjalani hobinya.
M. Talal mengungkapkan, rasa bosan, capek, dan malas adalah bagian yang tak terpisahkan dari proses berkarya, terutama bagi mereka yang ingin berkembang ke arah profesional. “Kalau mau benar-benar perfect, kita wajib ngasah kemampuan dan enggak boleh takut capek. Mau enggak mau, kita harus nahan bosan itu, nahan malas itu, supaya kita bisa lebih bagus dari sebelumnya,” ujarnya.
| Baca juga: Belajar Bahasa Korea Makin Mudah di Aceh |
Talal menjelaskan bahwa peningkatan kemampuan tidak pernah terjadi secara instan. Proses panjang itu justru menjadi bagian yang membuat perjalanan berharga. “Semua step-by-step itu yang bikin kita improve dari nol sampai titik tertinggi kita. Capek itu wajib, tapi hasilnya nanti bikin semua terasa nikmat,” tambahnya.
Namun, Talal juga menegaskan bahwa tidak semua hobi harus dikejar sampai level profesional. Ada hobi yang dijalani semata-mata untuk menenangkan diri. Ia mencontohkan orang yang merangkai bunga hanya untuk melepas stres, bukan untuk dijadikan bisnis. “Kadang ada hobi yang memang cuma untuk pelampiasan. Jadi wajar kalau enggak dilakuin tiap hari atau enggak berkembang karena memang tujuannya bukan itu,” jelasnya.
Menariknya, Talal mengungkapkan bahwa minat seni gambarnya justru lahir secara spontan saat ia masih berusia tiga tahun. Saat hujan turun dan tanah menjadi lembap, ia mengambil sebatang lidi dan mulai menggambar di tanah. “Itu memori yang paling aku ingat. Tanah basah itu kayak kanvas. Aku gambar apa aja, bahkan pernah gambar rambut panjang dari rumah sampai ke rumah tetangga,” kenangnya sambil tertawa.Seiring bertambahnya usia, Talal tetap menekuni kegiatan menggambar. Meski demikian, rasa jenuh tetap muncul. Ia mengakui memiliki sejumlah karya yang tak pernah selesai. “Ada beberapa gambar yang sampai sekarang masih mangkrak. Kadang aku lihat lagi dan mikir, ‘aduh ini enggak ada obatnya’. Mau dilanjutin, tapi rasanya enggak ada nyawa lagi,” tuturnya.
Baginya, karya yang belum selesai bukan kegagalan, melainkan bagian dari proses kreatif itu sendiri. Setiap orang terutama para pelaku seni akan berhadapan dengan fase stagnan yang perlu diterima sebagai ritme alamiah seorang kreator. “Akhirnya ada yang kusimpan aja di lemari. Dan itu enggak apa-apa. Namanya juga perjalanan,” katanya.
Talal menutup pembicaraan dengan refleksi bahwa hobi yang dijalani sejak kecil seringkali meninggalkan memori paling kuat dan membentuk seseorang hingga dewasa. “Kadang hal sepele waktu kecil justru jadi fondasi kita sekarang. Yang penting, tetap nikmati prosesnya. Mau stuck, mau capek, itu semua bagian dari cerita,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....