Gerakan Milenials Membaca Bangkitkan Semangat Literasi Aceh
- 11 Nov 2025 15:06 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Di tengah maraknya penggunaan gawai di kalangan anak muda, komunitas Milenials Membaca hadir menjadi wadah bagi generasi muda Aceh untuk meningkatkan minat baca serta kemampuan berpikir kritis terhadap informasi yang beredar di dunia digital.
Komunitas yang berfokus di Kota Banda Aceh ini awalnya terbentuk pada tahun 2023. Menariknya, ide pendirian Milenials Membaca muncul dari rasa “gabut” para mahasiswa yang ingin membuat kegiatan positif. “Awalnya itu lucu banget, karena pendiri kami, Kak Fitri dan teman-temannya, awalnya bingung mau ngapain. Mereka merasa di Banda Aceh belum ada komunitas literasi yang aktif, jadi akhirnya terbentuklah Milenials Membaca,” ujar Nyak Zakia, PIC Open Recruitment (OPREC) Milenials Membaca Generasi ke-3, dalam dialog interaktif Talk and Trends di RRI Pro 2 Banda Aceh, Minggu (2/11/2025).
Menurut Nyak Zakia, komunitas ini sempat memiliki dua cabang, yakni di Banda Aceh dan Medan. Namun, karena keterbatasan anggota, saat ini fokus kegiatan difokuskan di Banda Aceh. “Dulu sebenarnya ada juga di Medan, tapi karena kekurangan orang, akhirnya kami fokus dulu di Banda Aceh. Nanti kalau sudah berkembang lagi, insyaallah akan diaktifkan kembali di Medan,” jelasnya.
Sejak berdiri, Milenials Membaca telah menjadi ruang bagi anak muda untuk berbagi pandangan dan memperkuat budaya membaca. Bagi Zakia sendiri, keterlibatannya di komunitas ini bermula dari keinginan mencari kegiatan produktif setelah lulus SMA. “Aku gabung sejak 2023, waktu itu baru lulus sekolah dan ingin cari kegiatan yang bermanfaat. Awalnya enggak terlalu suka membaca, tapi aku sadar sering tertipu berita hoaks. Dari situ aku jadi tertarik belajar literasi digital,” ungkapnya.
Ia menilai kemampuan literasi tidak hanya sebatas membaca buku, tetapi juga mencakup kemampuan memahami dan memverifikasi informasi. “Sekarang ini kita harus bisa cross-check berita yang kita terima, jangan langsung ditelan mentah-mentah. Dengan membaca, kita bisa punya bekal ilmu baru dan berpikir lebih kritis,” tambah Zakia.
Lebih dari sekadar membaca, komunitas ini juga menekankan pentingnya berdiskusi dan bertukar pikiran antaranggota. “Kalau kita sudah membaca dan dapat ilmu baru, penting juga buat tukar pikiran sama teman-teman. Di Milenials Membaca kita enggak cuma baca, tapi juga sharing, berdiskusi, dan belajar dari sudut pandang yang berbeda,” katanya.
Melalui semangat generasi muda, Milenials Membaca berharap dapat menjadi gerakan literasi yang konsisten dan berdampak luas di Aceh. “Harapan aku ke depan, semoga anak muda Aceh makin sadar pentingnya membaca dan berpikir kritis. Karena kalau kita enggak membaca, kita enggak akan dapat ilmu baru,” tutup Nyak Zakia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....