Ina Khairul Lestarikan Budaya Gayo Lewat Musik

  • 29 Okt 2025 10:59 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Bakat bermusik bagi sebagian orang mungkin datang karena latihan, namun bagi Ina Khairul, musisi asal Tanah Gayo, darah seni sudah mengalir sejak lahir. Ia tumbuh di lingkungan yang sarat dengan tradisi dan irama khas Gayo, membuatnya akrab dengan syair dan nada sejak usia dini. “Berkecimpung di dunia musik itu mungkin passion-nya enggak dicari, tapi kayaknya sudah keturunan dan lingkungan kalau kami di Tanah Gayo,” ujar Ina dalam dialog interaktif Music Preneur di RRI Pro 2 Banda Aceh, Selasa (28/10/2025).

Sejak kecil, Ina sudah terbiasa mendengar lantunan syair dari sang ayah yang merupakan seorang ceh didong penyair tradisional dalam budaya Gayo. “Dulu Bapak adalah seorang ceh didong di rumah. Jadi dari kecil saya sering dengar syair-syair Gayo,” kenangnya. Dari pengalaman itulah benih kecintaan terhadap musik tumbuh secara alami dalam dirinya.

Bakatnya kian terlihat ketika Ina mengikuti sebuah festival lagu di sekolah. Dari ajang sederhana itu, ia mulai menyadari kemampuannya untuk bernyanyi. “Kebetulan di sekolah ada festival lagu. Saya coba ikut dan dari situ mulai sadar, oh ternyata aku bisa menyanyikan lagu,” tuturnya. Awalnya, Ina banyak membawakan lagu-lagu daerah Gayo yang sarat makna dan nuansa etnik.

Setelah menemukan panggilan hatinya di dunia musik, Ina mulai menekuni bidang ini secara lebih serius. Saat duduk di bangku SMA di Banda Aceh, ia mulai tampil bersama teman-teman dalam grup band dan kerap mengisi acara di Taman Budaya. “SMA sudah mulai di Banda Aceh. Dulu sering ikut band-band juga di Taman Budaya sama kawan-kawan,” katanya. Dari situ, karier musiknya terus berlanjut hingga kini.

Kini, selain dikenal sebagai musisi, Ina juga berperan sebagai anggota Bhayangkari, organisasi istri polisi yang juga aktif di berbagai kegiatan sosial dan budaya. Namun, dunia musik tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya. “Setelah jadi Bhayangkari, kalau ada acara hiburan atau kegiatan musik di kantor, saya tetap ikut tampil. Dunia kepolisian itu kan juga dekat dengan musik,” ungkapnya.

Bagi Ina, musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana melestarikan budaya dan identitas daerah. Ia berharap generasi muda Aceh, khususnya dari Tanah Gayo, bisa terus bangga dengan warisan musik tradisionalnya. “Saya ingin anak-anak muda Gayo tetap mencintai dan membawakan lagu-lagu daerah. Itu jati diri kita,” pesannya.

Lewat perjalanan kariernya, Ina Khairul membuktikan bahwa menjadi musisi tidak selalu berarti mengejar popularitas semata. Bagi perempuan Gayo ini, bermusik adalah bentuk cinta terhadap akar budaya dan cara berkontribusi untuk menjaga warisan leluhur tetap hidup. “Musik sudah jadi bagian dari hidup saya. Selama masih bisa bernyanyi, saya akan terus melestarikan budaya Gayo lewat lagu,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....