Perpustakaan Cinta Baca Tanamkan Budaya Literasi Sejak Dini

  • 23 Okt 2025 23:33 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Dua puluh tahun sudah Komunitas Perpustakaan Cinta Baca hadir di Aceh. Berawal dari ruang belajar dan pemulihan trauma pasca tsunami 2004, kini komunitas tumbuh menjadi pusat kegiatan literasi anak dan keluarga.

Koordinator Wilayah Perpustakaan Cinta Baca, Gordon Simaremare, hadir dalam program Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) RRI, Rabu (22/10/2025). Menurutnya, kehadiran komunitas ini bermula dari upaya memulihkan trauma anak-anak di barak pengungsian sekitar Stadion Harapan Bangsa pascatsunami.

“Awalnya kami hanya ingin menemani dan menghibur anak-anak yang trauma. Lama-kelamaan kegiatan ini berkembang jadi gerakan literasi. Kini perpustakaan kami berada di kawasan Lhoong Raya,” jelas Gordon kepada RRI Banda Aceh.

Setelah hampir dua dekade, Perpustakaan Cinta Baca kini aktif menjalankan berbagai program pendidikan berbasis masyarakat dengan empat fokus utama, yaitu Kejar Baca, Kejar Cerdas, Kejar Sehat, dan Kejar Luhur.

Program Kejar Baca dirancang untuk menumbuhkan minat baca anak-anak, sementara Kejar Cerdas mendorong keluarga membangun budaya membaca bersama di rumah. Adapun Kejar Sehat dan Kejar Luhur menekankan pentingnya kesadaran kesehatan serta penanaman nilai-nilai budi pekerti.

Saat ini Perpustakaan Cinta Baca telah menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan edukasi literasi dan lingkungan. Mereka bekerja sama dengan Perpustakaan Wilayah, Perpustakaan Kota Banda Aceh, kelompok Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan lembaga konservasi Lauser.

Meskipun baru aktif di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, komunitas ini membuka peluang bagi masyarakat di kabupaten lain untuk bekerja sama membuka pos baca baru. “Kalau ada masyarakat atau relawan yang ingin mengembangkan gerakan ini di daerahnya, kami siap bermitra,” tutup Gordon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....