Oud, Instrumen Arab yang Dilestarikan Musisi Aceh
- 11 Agt 2025 00:27 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Alat musik Oud merupakan salah satu instrumen khas Timur Tengah yang memiliki sejarah panjang dan nilai budaya tinggi. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, nama Oud tetap dipertahankan karena alat ini memang berasal dari Arab. “Baik di Indonesia, luar negeri, atau negara manapun, sebutannya memang Oud. Alat ini lahir dari Arab, jadi namanya tetap Oud,” jelas Ismul Azham Rusli, pemain Oud asal Aceh. Dalam dialog interaktif Music Preneur Kamu yang disiarkan di RRI Pro 2 Banda Aceh, Selasa, (29/7/2025).
Meski demikian, masyarakat Indonesia juga mengenal instrumen ini dengan sebutan gambus. Menurut Ismul, penyebutan gambus sudah populer di tanah air sejak lama. “Kalau teman - teman sering dengar gambus, sebenarnya itu ya dari alat ini. Kalau kita bilang Oud, anak muda mungkin kurang familiar, tapi kalau gambus hampir semua orang mengerti,” ujarnya.
Perjalanan Ismul dalam memainkan Oud dimulai sejak duduk di bangku SMA. Ia mengaku tertarik bukan karena paksaan atau warisan keahlian langsung, melainkan karena dorongan pribadi untuk mencoba hal baru. “Khusus untuk Oud ini, memang kemauan sendiri, ibaratnya mencari jati diri. Cuma kalau soal seni, memang dari keluarga. Almarhum ayah dulu juga seniman, pemain rapai, dan alat musik tradisional lainnya,” kenangnya.
Sebelum benar-benar mendalami Oud, Ismul lebih dulu mengenal berbagai instrumen musik Arab lainnya. Ia mempelajari berbagai bentuk perkusi yang populer pada era 1970-an dan 1980-an. “Kalau musik Arabik itu terkenal dengan perkusi. Dulu yang banyak dimainkan itu rebana, hadrah, dan sejenisnya,” tutur Ismul.
Rasa penasaran terhadap instrumen petik mendorongnya untuk mencoba Oud. Bentuknya yang unik dan suara khasnya membuat Ismul semakin jatuh hati. “Di sela-sela main perkusi, saya penasaran. Coba lirik yang bentuknya petik, tiup, dan lain-lain. Akhirnya ya terjun ke alat ini dan belajar sampai bisa,” ungkapnya.
Menurut Ismul, Oud bukan sekadar alat musik, tetapi juga sarana memperkaya wawasan seni dan budaya. Ia percaya, memainkan Oud membutuhkan bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman akan sejarah dan nuansa musik Timur Tengah. “Kalau mau main Oud itu harus paham rasa dan karakter musiknya. Bukan cuma petik senar, tapi juga bawa suasana,” tambahnya.
Hingga kini, Ismul terus memainkan Oud di berbagai kesempatan, baik untuk acara kebudayaan, pertunjukan seni, maupun kolaborasi lintas genre. Ia berharap alat musik ini semakin dikenal generasi muda Indonesia. “Kalau tidak kita yang melestarikan, siapa lagi? Saya ingin Oud tetap hidup di tengah perkembangan musik modern,” tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....