Gaya Hidup Minim Sampah dan Limbah Rumah Tangga
- 06 Agt 2025 19:50 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Anak-anak muda Banda Aceh kini mulai menerapkan gaya hidup minim sampah (zero waste) dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini tercermin dari edukasi komunitas World Cleanup Day (WCD) Aceh kepada masyarakat terhadap limbah rumah tangga.
Dua relawan WCD, Nur Rafiqa dan Nur Safinatuddin, hadir dalam program “Sore Ceria” di RRI Banda Aceh, Selasa (5/8/2025). Mereka mengungkapkan bahwa banyak sampah rumah tangga sebenarnya masih bisa diolah atau dimanfaatkan kembali.
“Di rumah, ibu saya sudah terbiasa memilah sampah basah dan kering. Sampah organik dari dapur bisa dijadikan kompos,” ujar Safinatuddin. Ia juga menambahkan bahwa membawa tas belanja sendiri dan menghindari plastik sekali pakai adalah langkah kecil yang berdampak besar.
Rafiqa pun menyebutkan pentingnya tanggung jawab pribadi terhadap sampah yang dihasilkan. “Masalah sampah bukan karena kurangnya tempat sampah, tapi karena kurangnya tanggung jawab,” tegasnya.
Keduanya mengajak masyarakat untuk lebih terbuka dalam mengelola sampah, termasuk menjualnya ke bank sampah. Selain itu, masyarakat juga bisa mendaur ulang sampah menjadi barang bernilai guna seperti sofa dari botol plastik.
“Setiap perubahan kecil bisa memberikan dampak besar. Kita bisa mulai dari membawa tumbler, kotak makan sendiri, dan memilah sampah sejak dari rumah,” pungkas mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....