Musisi Aceh Populerkan Alat Musik Oud Mesir

  • 28 Jun 2025 03:43 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Musik gambus sebagai bagian dari tradisi Islami terus menunjukkan eksistensinya di Aceh. Salah satu tokoh yang konsisten mempopulerkan alat musik dawai khas Timur Tengah, oud, adalah Ismul Azham Rusli, musisi Aceh yang juga dikenal sebagai promotor musik tradisi bercorak Islami. Dalam program Music Preneur RRI Pro 2 Banda Aceh, Rabu (25/6/2025), Ismul berbagi pengalaman dan misinya memperkenalkan oud kepada publik Aceh.

Ismul menyampaikan bahwa saat ini ia memiliki tiga jenis oud: elektrik, akustik elektrik, dan akustik murni buatan Mesir. Ia menyebut alat musik ini bukan sekadar instrumen, tetapi bagian dari warisan peradaban Islam yang kaya, dan selaras dengan jati diri budaya Aceh yang religius.

“Musik Aceh kiblatnya Islam. Tradisi Islam dan budaya Aceh itu tidak bisa dipisahkan. Karena itu, musik bernuansa Islami seperti gambus dan oud seharusnya punya tempat yang kuat di sini,” ungkap Ismul.

Ismul menjelaskan bahwa oud merupakan alat musik dawai yang berasal dari wilayah Mesopotamia (Irak kuno), kemudian menyebar ke Mesir, Turki, hingga Asia Tenggara melalui pertukaran budaya. Menurutnya, Aceh yang dahulu menjadi pintu masuk utama kebudayaan Arab dan India di Nusantara, semestinya menjadi rumah yang subur bagi tumbuhnya musik-musik Islam seperti gambus.

“Kalau melihat sejarah, Aceh adalah wilayah pertama tempat masuknya kebudayaan Arab dan India sebelum ke wilayah lain. Harusnya alat seperti oud ini sudah berkembang lama di sini,” tambahnya.

Meski demikian, Ismul menyadari bahwa minimnya informasi serta tidak tersedianya lembaga pendidikan formal yang mengajarkan oud menjadi kendala tersendiri. Ia menyebut, bahkan di Jakarta pun pembelajaran oud hanya tersedia di komunitas-komunitas, belum masuk ke sekolah musik formal.

“Di Aceh belum ada sekolah khusus musik seperti oud. Belajar masih harus lewat komunitas. Saya berharap ke depan akan ada tempat belajar oud yang lebih terstruktur,” ujar Ismul.

Melalui berbagai panggung dan media, Ismul terus memperkenalkan oud kepada generasi muda Aceh. Ia berharap tradisi musik Islami seperti gambus tidak hanya dikenal di acara seremonial, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat sebagai bagian dari budaya yang bernyawa.

Ismul juga mengajak komunitas seni, pesantren, hingga institusi pendidikan untuk memberi ruang bagi pengembangan alat musik Islami yang bernilai spiritual dan historis tinggi tersebut. “Saya ingin oud bisa dikenal dan digemari masyarakat Aceh, terutama anak muda. Ini bagian dari jati diri kita juga,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....