Ismul Azham Sang Seniman Gambus Asal Tanah Rencong
- 27 Jun 2025 00:35 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Di balik rutinitas sebagai staf protokoler di Biro Administrasi Pimpinan (ADPIM) Sekretariat Daerah Aceh, Ismul Azham Rusli, menyimpan kecintaan mendalam terhadap seni musik Timur Tengah, khususnya musik gambus. Dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Rabu (25/6/2025), Ismul berbagi kisah panjang perjalanannya sebagai pemain alat musik oud — alat musik petik khas Timur Tengah yang menjadi bagian penting dalam musik gambus.
Ismul, yang lahir di Aceh Selatan, menyebut dirinya sebagai seniman secara formal, bahkan profesi itu tertera di KTP. Ia mengisahkan bahwa kecintaannya terhadap musik gambus bermula saat merantau ke Jakarta di masa konflik Aceh pada awal 2000-an, mengikuti arahan orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan di luar daerah.
“Waktu itu saya ikut kegiatan ekstrakurikuler Marawis di sekolah. Dari situ, saya mulai mengenal alat musik Yaman seperti marawis dan oud, dan tertarik mendalami musik gambus lebih dalam,” ungkapnya.
Sejak masa SMA hingga kuliah, Ismul aktif di berbagai komunitas musik religi di Jakarta. Karier bermusiknya berlanjut secara profesional hingga awal 2015, termasuk pernah tampil bersama sejumlah musisi nasional seperti Opick.
Ia kembali ke Aceh pada 2007 dan bergabung dengan Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Aceh. Di tahun yang sama, Ismul mewakili Aceh dalam ajang nasional di Ambon dan meraih juara nasional untuk kategori vokalis dewasa putra. “Dari 2008 sampai 2018 saya aktif di LASQI. Musik menjadi bagian penting dalam hidup saya, meski pekerjaan utama saya adalah sebagai ASN,” ungkap Ismul.
Meski tak lagi sesering dulu tampil di panggung, Ismul tetap aktif berbagi pengetahuan musik, khususnya seputar alat musik oud dan gambus, melalui media sosial dan kegiatan seni lokal. Ia berharap generasi muda Aceh dapat terus melestarikan musik gambus sebagai bagian dari kekayaan budaya Islam dan identitas seni Aceh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....