Cara Mudah Merawat Lidah Mertua

  • 12 Feb 2025 15:33 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Lidah mertua atau yang dikenal dengan nama ilmiah Sansevieria, merupakan salah satu tanaman hias yang sangat populer karena kemudahan perawatannya dan daya tahan yang luar biasa. Tanaman yang masuk dalam keluarga Asparagaceae ini memiliki berbagai jenis dan varietas seperti Sansevieria cylindrica, Sansevieria hahnii, dan Sansevieria lorentii yang semuanya memiliki bentuk dan ciri khas masing-masing.

Lidah mertua dapat tumbuh dengan baik di berbagai kondisi baik di tempat yang banyak polusi maupun di lokasi yang minim cahaya. Selain itu, tanaman ini tidak membutuhkan perawatan intensif, menjadikannya pilihan tepat untuk pemula atau bagi mereka yang memiliki waktu terbatas untuk merawat tanaman. Berikut adalah beberapa tips dan cara merawat lidah mertua yang baik dan benar yang dilansir dari laman perpus-pertanian.kemdikbud:

1. Penyiraman yang Tepat

Perawatan lidah mertua hanya membutuhkan sedikit air, cukup 26 ml air per tanaman setiap minggunya. Bahkan, tanaman ini bisa bertahan tanpa disiram selama 15 hari. Meskipun demikian penting untuk memastikan media tanam tidak terlalu kering. Cukup periksa kelembaban tanah dan pastikan pot memiliki sistem drainase yang baik agar air tidak menggenang yang bisa menyebabkan akar membusuk.

2. Pencahayaan yang Ideal

Sansevieria dapat tumbuh dengan baik di tempat yang minim cahaya, namun tetap lebih optimal jika diletakkan di lokasi dengan pencahayaan tidak langsung. Meskipun tanaman ini mampu bertahan dalam kondisi cahaya yang terbatas, penempatan di tempat yang sedikit terang akan mendukung pertumbuhannya.

3. Perbanyakan Tanaman

Perbanyakan tanaman lidah mertua dapat dilakukan dengan beberapa cara. Metode yang paling umum adalah dengan memisahkan anakan dari tanaman induk. Pada usia satu tahun atau ketika tanaman memiliki 8 hingga 10 daun (untuk jenis kodok-kodokan), anakan akan mulai muncul dan dapat dipisahkan setelah 2 hingga 4 bulan. Selain itu, teknik stek daun dan potong pucuk juga efektif untuk memperbanyak tanaman ini.

Stek daun dilakukan dengan memotong helai daun yang sehat, lalu menunggu untuk mengakar. Potong pucuk merupakan teknik yang dapat menghasilkan lebih banyak anakan hingga tiga kali lipat. Teknik ini mematikan titik tumbuh tanaman dan merangsang tanaman untuk menghasilkan lebih banyak anakan.

4. Pemupukan dan Repotting

Meskipun lidah mertua tidak memerlukan pemupukan sering, tanaman ini tetap membutuhkan nutrisi. Pemupukan dapat dilakukan setiap 3 hingga 4 bulan sekali menggunakan pupuk slow-release yang memberikan nutrisi secara bertahap. Selain itu, tanaman ini juga perlu di-repotting jika sudah padat atau memiliki banyak anakannya. Repotting juga perlu dilakukan jika ukuran tanaman sudah tidak sebanding dengan ukuran pot, agar akar memiliki ruang untuk berkembang dengan baik.

5. Pengendalian Hama

Meskipun lidah mertua relatif tahan terhadap hama, beberapa serangga seperti ulat, belalang, siput telanjang, dan thrips dapat menyerang tanaman ini. Untuk mengatasi hal ini, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar tanaman dan melakukan pengendalian secara mekanis misalnya dengan memutuskan siklus hidup hama. Jika tanaman terinfeksi penyakit, segera buang bagian daun yang terinfeksi untuk menghindari penyebaran. Penyemprotan fungisida atau bakterisida juga bisa membantu.

6. Penyakit pada Tanaman Lidah Mertua

Lidah mertua dapat terinfeksi berbagai jenis penyakit, terutama jika lingkungan tempatnya tumbuh terlalu lembap atau terkontaminasi oleh patogen. Jika tanaman terinfeksi, langkah pertama adalah membuang bagian yang rusak atau terinfeksi. Penyemprotan dengan fungisida atau bakterisida dapat membantu menghentikan penyebaran penyakit.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....