Komunitas Partner Berbagi: Menyentuh Hati Melalui Aksi

  • 02 Feb 2025 09:20 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Membantu sesama yang membutuhkan dapat dilakukan dengan berbagai cara yang dapat menyentuh hati, salah satunya dengan aksi nyata melalui komunitas yang bergerak di bidang amal dan jasa, yaitu Komunitas Partner Berbagi. Pada program Ngobras Pro 1 RRI Banda Aceh, Rabu (22/1/2025), Ketua Komunitas Partner Berbagi, M. Asroel Ramadhana menjelaskan bahwa Komunitas Partner Berbagi mulai bergerak pada Februari 2023.

“Berawal pada Februari 2023 dari keinginan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan seperti kaum dhuafa, masyarakat kurang mampu dan lainnya tanpa pamrih, komunitas kami lahir dari kesadaran bahwa banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan,” tutur Asroel.

Ia menjelaskan bahwa misi utama dari komunitas ini adalah untuk membantu sesama, terutama dalam hal memberikan bantuan sosial seperti sembako, dana, dan kebutuhan mendesak lainnya. Asroel mengatakan Komunitas Partner Berbagi berfokus pada kegiatan amal, salah satunya dengan membantu pasien kanker yang memerlukan biaya pengobatan dan kebutuhan lainnya.

Untuk menjangkau akses bantuan bagi pasien kanker yang lebih luas, Asroel menyebutkan komunitasnya berkolaborasi dengan Rumah Singgah di Banda Aceh, yaitu rumah bagi pasien kanker yang memerlukan tempat tinggal sementara. Pihaknya juga memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada para penyintas kanker aman untuk dikonsumsi sesuai dengan kondisi kesehatan mereka.

“Kami mencoba untuk memberikan dukungan penuh kepada mereka yang berjuang melawan kanker, baik dari segi materi maupun semangat,” tambah Asroel.

Dari segi pendanaan setiap kegiatan sosial yang dilakukan oleh Partner Berbagi, Asroel mengatakan sepenuhnya berasal dari donasi masyarakat. Asroel mengungkapkan sebelum memberikan bantuan, timnya melakukan survei terlebih dahulu untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran. “Kami sangat berhati-hati dalam menyalurkan bantuan. Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat harus dijaga dengan baik,” tegasnya.

Namun, dalam perjalanan komunitas ini, Asrul tidak menutupi berbagai tantangan yang dihadapi. Salah satu tantangan terbesar adalah keterbatasan sumber daya dan waktu yang dimiliki. “Kami bekerja dengan tim kecil, dan seringkali harus membagi waktu antara pekerjaan sehari-hari dan kegiatan sosial. Selain itu, kami juga harus memastikan bahwa distribusi bantuan tidak menimbulkan keramaian atau kekhawatiran di masyarakat,” ungkap Asroel.

Meskipun demikian, dirinya berharap komunitas Partner Berbagi dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan. “Kami ingin menginspirasi lebih banyak anak muda untuk ikut terlibat dalam kegiatan sosial. Kami sangat terbuka dan siapa saja boleh bergabung selama memiliki niat baik lillahi ta’ala. Semoga semakin banyak orang yang peduli dan ikut berbagi, baik dalam bentuk donasi maupun tenaga,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....