Turun Tangan Aceh: Semangat Muda untuk Pendidikan-Sosial
- 27 Jan 2025 19:49 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh : Komunitas Turun Tangan Aceh terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh dalam menggerakkan isu-isu sosial, pendidikan, dan lingkungan. Dalam wawancara program Cek Cerita Kamu di Pro 2 RRI Banda Aceh, Senin (20/1/2025), Syarifah Zahra S., Koordinator Turun Tangan Aceh, membagikan kisah perjalanan komunitas ini yang telah eksis selama lebih dari satu dekade.
“Turun Tangan Aceh adalah bagian dari gerakan nasional Turun Tangan yang tersebar di seluruh Indonesia. Fokus kami di Aceh mencakup pendidikan, lingkungan, sosial, kesehatan, dan ekonomi kreatif,” ujar Syarifah yang telah aktif sejak 2019.
Sejak berdiri pada 2013, Turun Tangan Aceh telah melaksanakan berbagai program, salah satunya Turun Tangan Mengajar. “Kami mengunjungi sekolah-sekolah, terutama di wilayah 3T, untuk berbagi ilmu dan membantu meningkatkan akses pendidikan,” jelas Syarifah. Program ini sering melibatkan kegiatan seperti mengajar di sekolah dasar, melakukan pemeriksaan kesehatan, hingga mengajarkan cara memilah sampah.
Salah satu kegiatan yang berkesan bagi Syarifah adalah program Traveling and Berbagi (TNB) di Pulau Breuh. “Kami melibatkan 50 relawan untuk mengajar, melakukan pemeriksaan kesehatan, dan memberdayakan masyarakat setempat melalui pelatihan ekonomi kreatif. Kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat langsung, tetapi juga membangun solidaritas yang kuat,” tuturnya.
Bagi Syarifah dan relawan lain, tantangan seperti manajemen waktu dan rasa minder kerap dihadapi. “Sebagai mahasiswa akhir, saya harus pintar mengatur waktu antara kuliah dan kegiatan sosial. Saya selalu mencatat semua rencana agar tetap terorganisir,” ungkap Syarifah.
Hal serupa diakui Maulida Fadhillah, salah satu relawan yang bergabung sejak 2022. “Tantangan terbesar saya adalah mengatasi rasa minder dan kurang percaya diri. Di Turun Tangan, saya belajar bahwa setiap orang memiliki potensi dan kesempatan untuk berkembang,” kata Bendahara pada organisasi tersebut.
Kekeluargaan menjadi nilai yang dijunjung tinggi oleh komunitas ini. “Kami saling mendukung, tidak ada yang dibiarkan menghadapi masalah sendirian. Ini yang membuat Turun Tangan berbeda dari organisasi lain,” tambah Maulida.
Saat ini, Turun Tangan Aceh memiliki sekitar 300 anggota lintas generasi, dengan anggota aktif mencapai 40 orang. Basis komunitas ini berada di Banda Aceh, namun aktivitasnya menjangkau berbagai daerah seperti Lhokseumawe dan Aceh Utara.
“Kami berharap gerakan ini terus menginspirasi generasi muda untuk peduli pada isu-isu sosial. Setiap aksi kecil dari satu individu dapat memberikan dampak besar,” tutup Syarifah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....