Sinopsis Novel: Cantik itu Luka
- 01 Agt 2024 12:10 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh : Cantik Itu Luka adalah sebuah novel karya Eka Kurniawan yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2002. Novel ini merupakan salah satu karya besar dalam sastra Indonesia dan telah mendapatkan berbagai penghargaan internasional.
Dilansir melalui website Gramedia buku ini menjadi best-seller yang diterjemahkan ke lebih 34 bahasa. Diantaranya bahasa Inggris, Jepang, Perancis, Denmark, Yunani, Korea, dan Tiongkok. Karya Eka Kurniawan ini juga berhasil meraih penghargaan “World Readers” pada tahun 2016, “Prince Clause Award” pada tahun 2018 dan menjadi buku yang masuk ke dalam daftar 100 buku terkemuka versi The New York Time.
Novel Cantik Itu Luka memiliki genre romantis, sejarah, dan realisme magis. Sebab dalam buku ini digambarkan kisah sejarah Indonesia mulai dari penjajahan belanda, penjajahan jepang hingga Indonesia merdeka. Dikisahkan dalam buku ini seorang wanita bernama Dewi Ayu memiliki kecantikan yang luar biasa. Namun kecantikan tersebut bukan membawa keuntungan namun membawa malapetaka bagi dirinya dan keturunannya.
Karena kecantikannya itu Dewi Ayu menjadi seorang pelacur bagi para tentara Belanda dan Jepang. Dewi Ayu memiliki tarif bayaran paling mahal dan paling dicari para pelanggan. Hasil dari pekerjaanya Dewi Ayu memiliki 4 orang anak perempuan yang tidak dapat diketaui pasti siapa ayahnya.
Ketiga anaknya memiliki paras yang takkalah cantik dengan Dewi Ayu, namun anak terakhir Dewi Ayu memiliki nasib yang bertolak belakang dengan ibu dan kakak-kakaknya. “Cantik” nama anak keempat Dewi Ayu memiliki fisik yang buruk rupa sejak lahir. Kulitnya hitam legam, bentuk hidung yang aneh berbeda pada orang umumnya dan siapa pun yang melihatnya akan merasa takut dan ngeri. Dengan kondisi fisik seperti itu Dewi Ayu tetap menamainya “Cantik”.
Tidak lama setelah melahirkan Cantik, Dewi Ayu meninggal dunia, namun setelah 21 tahun kematiannya ia bangkit kembali. Kehidupan kembali Dewi Ayu menguak kutukan dan tragedi yang menimpa keluarganya sejak akhir masa kolonial. Novel ini memliki alur yang maju dan mundur, berbagai konflik yang berbeda, dan menghadirkan tokoh-tokoh yang memiliki cerita dan peran masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....