Aceh Bermain Hadir Kurangi Ketergantungan Gawai Anak

  • 17 Agt 2026 14:41 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Komunitas Aceh Bermain hadir sebagai ruang belajar nonformal dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan permainan. Hal ini disampaikan Founder dan Initiator Aceh Bermain, Halir Razaqi, S.E dalam perbincangan Ngobras RRI Banda Aceh, Selasa 11 Agustus 2026.

Halir mengatakan, pembentukan komunitas diawali dengan mengidentifikasi isu dan persoalan yang dihadapi masyarakat. “Kita sebelum menciptakan komunitas kita juga mencari tahu dulu isu apa yang harus kita angkat, kemudian permasalahan seperti apa yang harus kita garis bawahi,” ujarnya.

Menurut Halir, Aceh Bermain ditujukan untuk menciptakan ruang interaksi yang terbuka bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang. “Kita ingin mengurangi penggunaan sosial media, penggunaan gadget yang berlebihan, mungkin di satu hari yang sama selama kurang lebih 2 sampai 3 jam,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, permainan dipilih bukan sekadar sebagai sarana hiburan, melainkan sebagai metode pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai kemampuan. Peserta juga dapat belajar leadership, self-development, hingga public speaking.

Aceh Bermain juga mengembangkan permainan secara kreatif dengan memodifikasi peralatan yang tersedia agar menghasilkan kegiatan yang edukatif dan berdampak positif. “Melalui pendekatan ini, kami berharap Aceh Bermain dapat menjadi alternatif ruang belajar sekaligus interaksi sosial bagi generasi muda di tengah kuatnya penggunaan teknologi digital,” tutup Halir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....