HYBE, SM, JYP, dan YG Luncurkan Festival Fanomenon 2027
- 30 Jul 2026 16:58 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Coachella akhirnya punya tandingan serius, dan kali ini datang langsung dari Korea Selatan. Empat raksasa hiburan yang selama ini dikenal saling bersaing ketat, HYBE, SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment resmi bergandengan tangan untuk membangun festival musik ambisius bernama Fanomenon.
Nama Fanomenon sendiri lahir dari gabungan kata "fan" dan "phenomenon", dan bukan tanpa alasan. Festival ini memang dirancang untuk merayakan kekuatan penggemar K-pop, bukan sekadar memamerkan deretan idola di atas panggung.
Rencananya, gebrakan pertama Fanomenon akan digelar di Seoul dan Goyang selama 11 hari penuh pada Desember 2027. Acara ini akan berpusat di dua lokasi besar, Seoul Arena yang baru akan rampung sebagai venue megah berkapasitas puluhan ribu kursi, dan KINTEX yang akan disulap menjadi pusat pameran budaya interaktif.
Uniknya, Fanomenon tidak cuma soal konser semata. Selain panggung musik dari genre K-pop, jazz, EDM, hingga musik tradisional Korea, pengunjung juga bisa menikmati pameran kuliner, fesyen, kecantikan, webtoon, film, sampai turnamen esports dalam satu rangkaian acara.
Yang bikin makin menarik, festival ini punya penghargaan unik bernama Fandemonium. Alih-alih menobatkan artis sebagai pemenang, gelar ini justru diberikan kepada komunitas penggemar, sementara sang idola tampil ke panggung mewakili basis fans mereka.
Proyek raksasa ini bukan cuma inisiatif dari empat agensi hiburan saja, melainkan hasil kolaborasi dengan pemerintah Korea Selatan lewat Komite Presidensial untuk Pertukaran Budaya Populer. Pemerintah bahkan turun tangan membantu urusan imigrasi, keamanan, hingga promosi internasional demi memuluskan jalannya acara.
Dari sisi ekonomi, ekspektasinya juga tidak main-main. Festival ini diproyeksikan mampu menyedot sekitar 520 ribu pengunjung, termasuk 200 ribu wisatawan mancanegara, dengan potensi dampak ekonomi mencapai 1 triliun won atau sekitar 680 juta dolar AS.
Namun di balik hype yang menggebu, ada satu isu yang mulai ramai diperbincangkan publik K-pop. Lineup konser sejauh ini hanya berasal dari roster keempat agensi raksasa tersebut, sementara nama-nama populer dari label menengah seperti ATEEZ, IVE, dan (G)I-DLE belum punya kepastian jalan untuk ikut ambil bagian.
Jika format tertutup ini dipertahankan, Fanomenon berpotensi menjadi festival K-pop paling powerful secara komersial sekaligus paling eksklusif dalam sejarah. Meski begitu, kabar baiknya, panggung ini juga tidak hanya diisi wajah Korea saja, sebab penyelenggara mengaku sudah menjajaki kemungkinan menghadirkan artis internasional untuk tampil berdampingan dengan idola lokal.
Setelah sukses di Korea, ambisi Fanomenon rupanya tidak berhenti. Mulai Mei 2028, festival ini direncanakan melebarkan sayap ke Los Angeles, seolah ingin membuktikan bahwa gelombang Hallyu benar-benar siap menantang Coachella di kandangnya sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....