ASCC 2026 Saring 13 Finalis dari 36 Barista pada Hari Pertama Kompetisi
- 28 Jun 2026 01:32 WIB
- Banda Aceh
Poin Utama
- 36 barista dari berbagai daerah di Aceh mengikuti tiga kategori kompetisi pada hari pertama ASCC 2026.
- Sebanyak 13 finalis lolos ke babak penentuan juara kategori Espresso Bar, Manual Brew, dan Cup Taster.
- Juara pertama akan dibina untuk dipersiapkan mengikuti kompetisi specialty coffee tingkat nasional pada 2027.
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Hari pertama Aceh Specialty Coffee Competition (ASCC) 2026 berhasil menjaring 13 finalis dari total 36 peserta yang mengikuti tiga kategori kompetisi, yakni Espresso Bar, Manual Brew, dan Cup Taster. Para finalis akan kembali bertanding pada babak final yang digelar Minggu (28/6/2026) untuk memperebutkan gelar juara.
Ketua Panitia ASCC 2026, Dr. M. Reza Hani, mengatakan kompetisi tersebut bertujuan menjaring potensi dan bakat para barista dari berbagai daerah di Aceh. Menurutnya, peserta tidak hanya berasal dari Banda Aceh, tetapi juga dari Bireuen, Blangpidie, dan sejumlah kabupaten lainnya.

"Aceh Specialty Coffee Competition 2026 itu tujuannya kita mau melihat potensi dan bakat dari para barista yang ada di Aceh, jadi bukan cuma di Banda Aceh, tapi seluruh Aceh," kata Reza.
Pada hari pertama, panitia menyeleksi peserta di tiga kategori lomba. Empat peserta lolos ke final kategori Espresso Bar, empat peserta lolos kategori Manual Brew, dan lima peserta lolos kategori Cup Taster.

"Dari 36 peserta, hari ini kita seleksi menjadi kurang lebih 13 orang. Besok mereka akan bertanding lagi untuk menentukan juara satu, dua, dan tiga," ujarnya.
Reza menjelaskan, pemenang ASCC 2026 tidak hanya memperoleh gelar juara, tetapi juga akan mendapatkan pembinaan sebagai persiapan mengikuti kompetisi tingkat nasional pada 2027.
"Juara satu nanti akan kita bina dan kita didik untuk mengikuti perlombaan skala nasional pada 2027. Insya Allah tahun depan Aceh Specialty Coffee Competition akan kita buat dalam skala nasional," ucapnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan ASCC tahun ini menjadi momentum kebangkitan kembali kompetisi specialty coffee di Aceh setelah beberapa tahun tidak digelar.
"Selama ini sudah jarang ada kompetisi specialty coffee. Tahun ini bisa jadi yang pertama lagi diselenggarakan di Aceh setelah beberapa tahun vakum," katanya.
Berdasarkan hasil seleksi hari pertama, finalis kategori Espresso Bar terdiri atas Ahmad Raihan, Aditya Mahrizky Islami, Teuku Khalis, dan Arif Setiawan Seragih. Finalis kategori Manual Brew adalah Damar Nugraha, M. Khairil, Yafi Abdullah, dan Fariz Fadhiansyah. Sementara kategori Cup Taster diikuti Sayed Ummar Abdul Aziz, Rekha Dinansyah, Andi Aramiko, T.M. Fadhil Rizkiansyah, dan M. Fayadh.
Kompetisi yang berlangsung di Kafa Roastery tersebut dinilai oleh Laurent Geibollingo (CQI/SCA Q-Arabica Grader), Aryo Kuncorojati (CQI/SCA Q-Arabica Grader), M. Reza Hani (Founder PT Aceh Agro Indonesia), Muhammad Mulyawan (Founder Kafa Roastery), Ahmad Prima Jaya (QC Barjaya Roastery).
Selain menjadi ajang adu keterampilan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah lahirnya barista-barista Aceh yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....