Nasyid Aceh Dorong Penguatan Ekosistem Musik Religi

  • 24 Jun 2026 03:02 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Regenerasi dan lemahnya ekosistem menjadi tantangan utama perkembangan musik nasyid di Aceh dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini disampaikan Nasyider Senior ANN Aceh Rais Saidy, SH dalam dialog Ngobras RRI Banda Aceh, yang membahas perjalanan dan masa depan nasyid di Aceh, Selasa 16 Juni 2026.

Ia menilai, nasyid memiliki kekuatan besar sebagai media dakwah karena mampu menyampaikan pesan moral melalui syair yang mudah diingat dan membekas di hati pendengar.

“Dakwah tidak hanya di mimbar, tapi juga bisa melalui seni dan syair. Lagu lebih mudah diingat dibanding ceramah,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengakui tantangan terbesar saat ini adalah minimnya wadah dan ekosistem yang berkelanjutan. Banyak grup nasyid berhenti berkembang setelah keluar dari lingkungan sekolah karena tidak adanya industri atau ruang profesional yang menampung mereka.

Selain itu, faktor pendanaan juga menjadi kendala dalam produksi karya, rekaman, hingga pembuatan konten digital yang dibutuhkan untuk bersaing di era media sosial.

Meski demikian, ia berharap akan lahir generasi baru nasyid yang lebih kreatif dan mampu memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan dakwah musik religi tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....