OBITUARI: Lilin-Lilin Kecil Itu Telah Tiada; Selamat Jalan James F. Sundah

  • 08 Mei 2026 14:03 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, JAKARTA“Dan kau, lilin-lilin kecil / Sanggupkah kau mengganti? / Sanggupkah kau memberi / Seberkas cahaya?”

Lirik itu kini terasa lebih perih. Dunia musik Indonesia kembali kehilangan satu cahaya yang diam-diam selama puluhan tahun menerangi banyak hati. James F. Sundah, sosok maestro di balik lagu abadi “Lilin-Lilin Kecil”, wafat di New York, Amerika Serikat, pada 7 Mei 2026. Ia mengembuskan napas terakhir setelah perjuangan panjang melawan kanker paru-paru yang dideritanya hampir dua tahun terakhir.
Indonesia sedang kehilangan salah satu lilin terakhir dari generasi emas yang menulis lagu dengan hati, bukan sekadar mengejar angka algoritma.


Sang Arsitek "Pop Kreatif"

Lahir di Semarang, 1 Desember 1952, James Freddy Sundah bukanlah nama sembarangan. Ia adalah fondasi dari apa yang kita kenal sebagai 'Pop Kreatif' Indonesia. Perjalanannya dimulai dari kegelisahan anak muda tahun 1977. Saat itu, Radio Prambors menggelar Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) demi melahirkan musik Indonesia yang bermutu, baik secara lirik maupun aransemen.
Dari rahim kompetisi itulah "Lilin-Lilin Kecil" lahir. Lagu ini bukan sekadar melodi; ia adalah kenangan kolektif yang hidup di radio-radio malam, di ruang keluarga sederhana, hingga di kaset-kaset usang. Ketika lagu itu bertemu dengan suara "malaikat" Chrisye, Indonesia menemukan identitas musik barunya. Sebuah lagu yang lembut, sederhana, namun menampar pelan tentang harapan dan pengorbanan manusia-manusia kecil yang tetap ingin memberi terang meski dirinya perlahan habis terbakar.


Jejak Karya yang Mendunia

James bukan hanya tentang satu lagu. Dari tangannya, lahir mahakarya yang mengangkat nama-nama besar ke puncak karier. Beberapa karya ikoniknya antara lain:

  • “Lilin-Lilin Kecil” (Chrisye) – Lagu yang menjadi anthem harapan lintas generasi.
  • “September Ceria” (Vina Panduwinata) – Sebuah komposisi yang membuat bulan September selalu terasa cerah di telinga pendengar.
  • “Astaga” (Ruth Sahanaya) – Membuktikan kepiawaiannya dalam meramu pop yang segar dan berkarakter.
  • “Suara Persaudaraan” – Proyek musikal besar yang menyatukan puluhan musisi Indonesia dalam semangat kemanusiaan.
Reputasinya bahkan menembus batas negara. James tercatat sebagai salah satu penulis lagu dalam kolaborasi internasional bersama band rock legendaris, Scorpions. Ia berkontribusi dalam lagu “When You Came Into My Life” pada album Pure Instinct (1996), sebuah pencapaian langka bagi musisi Indonesia di era itu.


Pejuang Hak Cipta dan Peradaban

Di luar studio, James dikenal sebagai sosok yang keras melawan pembajakan. Baginya, musik adalah pilar peradaban. Salah satu kalimatnya yang paling membekas adalah: “No song, no music industry.” Ia percaya bahwa tanpa penghargaan terhadap pencipta lagu, industri musik hanyalah sebuah cangkang kosong.


Perjuangan Terakhir di Kota New York

Namun, waktu adalah lawan yang tak bisa ditawar. Ironisnya, James harus berhadapan dengan musuh yang sama yang merenggut sahabatnya, Chrisye: kanker paru-paru. Selama hampir dua tahun terakhir, James menjalani perawatan medis di New York. Di tengah perjuangan melawan sakitnya, ia tetap menjaga semangat musiknya, meski raga perlahan melemah.
Kematian James seolah menegaskan bahwa "Lilin-Lilin Kecil" memang ditakdirkan menjadi lagu tentang kefanaan: tentang cahaya-cahaya baik yang hidupnya tidak panjang, tetapi cukup terang untuk dikenang selamanya.


Menuju Keabadian

Di New York, jauh dari tanah yang membesarkan namanya, James mengembuskan napas terakhir. Namun, ia tidak benar-benar pergi. Karyanya sudah terlanjur menetap di hati orang-orang yang bahkan mungkin tak tahu siapa penciptanya, namun hafal nadanya sejak kecil.
Itulah keabadian seorang seniman. Tubuhnya pergi, suaranya mungkin tak pernah terdengar langsung di atas panggung, tapi jiwanya tertinggal di setiap nada yang kita senandungkan.
Malam ini, Indonesia terasa sedikit lebih sunyi. Karena satu lilin kecil itu… akhirnya habis terbakar, meninggalkan cahaya yang takkan pernah padam di memori bangsa.
Selamat jalan, James F. Sundah.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....