Cut Zahrita Pamit, Suara Ikonik RRI Banda Aceh Tetap Dikenang
- 30 Apr 2026 19:36 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Penyiar senior RRI Banda Aceh, Cut Zahrita, resmi memasuki masa purna bakti mulai 1 Mei 2026. Sosok yang dikenal sebagai ikon suara Programa 4 ini telah mengabdi sejak 2002.
Selama lebih dari dua dekade, Cut Zahrita dikenal melalui siaran di Programa 4 FM 88,6 MHz. Ia menghadirkan warna khas dalam program SieReboh dan Berbalas Pantun yang dekat dengan masyarakat Aceh.
Program Berbalas Pantun menjadi salah satu siaran paling digemari pendengar. Program ini telah mengudara selama 23 tahun dan menjadi ruang interaksi budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Dalam siaran terakhirnya pada Senin lalu, Cut Zahrita mengaku terharu dengan respons pendengar. “Saya tidak menyangka apa yang sudah saya lakukan selama ini berbuah kedekatan luar biasa dengan pendengar,” ujarnya.
Ia juga menyebut banyaknya pantun yang dikirim pendengar membuat siaran terakhir terasa istimewa. Antusiasme tersebut menunjukkan kedekatan yang terjalin selama bertahun-tahun.
Selain Berbalas Pantun, Cut Zahrita juga dikenal sebagai pengasuh program SieReboh. Program tersebut mengudara setiap hari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan melibatkan interaksi langsung dengan pendengar melalui sambungan telepon.
Nama Cut Zahrita sendiri merupakan nama siaran yang melekat kuat di telinga pendengar. Nama aslinya adalah Cut Zahri, dengan tambahan “TA” yang merupakan singkatan nama ayahnya.
Meski Cut Zahrita pensiun, program Berbalas Pantun dipastikan tetap mengudara. Program tersebut akan dilanjutkan dengan format dan penyiar baru.
Ucapan terima kasih dan doa mengalir dari para pendengar. Salah satu warganet menyampaikan apresiasi atas dedikasi Cut Zahrita selama ini.
“Selamat purnabakti Kak Cut Zahrita, semoga sehat selalu dan panjang umur. Saya pendengar setia RRI Banda Aceh sejak 2002,” tulis akun @nvmtriocaesar.
Komentar serupa juga datang dari pendengar lain yang mengaku menikmati siaran yang dibawakan. Kehadiran Cut Zahrita dinilai memberikan kenangan tersendiri bagi pendengar setia RRI Banda Aceh.
Kepergian Cut Zahrita dari dunia siaran menjadi momen emosional bagi banyak pihak. Namun, kontribusinya dalam menjaga tradisi tutur melalui radio akan terus dikenang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....