“Memori Luka”, Kisah Nyata dan Curhatan Sekitar

  • 04 Nov 2025 19:06 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Penyanyi dan penyiar Tano Aura berbagi pandangan mendalam tentang proses penyembuhan luka batin. Dalam program Music Live Chat Pro 2 RRI Jakarta, ia menegaskan, luka tidak bisa dihapus. Meskipun begitu, luka batin bisa sembuh seiring waktu dan penerimaan diri.

“Luka itu pasti akan jadi bagian dari hidup kita. Mau pahit atau indah, enggak akan hilang, tapi bisa disembuhkan,” kata Tano kepada RRI, Senin (3/11/2025).

Menurutnya, banyak orang berusaha menutupi rasa sakit dan menolak perasaan yang muncul setelah kehilangan. Padahal, kata Tano, justru penting untuk mengakui dan merasakan kesedihan itu secara utuh. “Kalau lagi sedih, ya nangis aja. Rasain sampai tuntas, nanti ada waktunya kita merasa cukup dan siap move on,” ujarnya.

Tano juga menyebut konsep ini terinspirasi dari pendekatan psikologis. Dalam konsep itu, seseorang harus berdamai dengan emosinya, bukan menolak atau menekan perasaan tersebut. “Setiap luka itu bisa jadi pelajaran supaya kita lebih kuat dan bijak di masa depan,” tambahnya.

Dalam suasana hangat dan santai, Tano juga berbagi cerita tentang pengalamannya dua tahun menjadi penyiar radio. Menurutnya, dunia siaran mengajarkan banyak hal, terutama bagaimana membangun suasana agar pendengar tetap terhubung.

“Radio bikin aku belajar untuk terus spontan dan belajar dari banyak orang. Kadang yang datang ke studio malah ngasih insight hidup baru,” kata Tano sambil mengenang masa-masa siaran di Depok.

Lewat Memori Luka, Tano ingin menyampaikan pesan bahwa setiap orang berhak merasakan luka dan belajar darinya. “Yang penting bukan melupakan, tapi menyembuhkan,” tutupnya. Pro 2 RRI se-Indonesia turut merelai Music Live Chat Pro 2 RRI Jakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....