Hikayat Aceh, Lebih dari Sekadar Cerita Lama

  • 01 Agt 2025 21:57 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh : Hikayat tidak sekadar menjadi bahan hiburan di kalangan masyarakat Aceh. Lebih dari itu, hikayat berperan penting dalam melestarikan sejarah, adat istiadat, kepercayaan, hingga kepedulian sosial masyarakat.

Pentingnya nilai-nilai dalam hikayat menjadikannya sebagai salah satu media pendidikan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Bahkan, hikayat juga mampu memberi inspirasi dan motivasi kepada generasi muda Aceh.

"Hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, bisa jadi dalam bentuk sejarah murni, dongeng, pesan moral akhlak dan lainnya. Tapi definisi di Aceh, Hikayat itu berbeda dengan bahasa Melayu," ujar Tgk. Amer Hamzah, Sejarawan Aceh saat menjadi narasumber dialog luar studio bersama RRI, di Seventeen Hotel Banda Aceh, Kamis (31/7/2025).

Tgk. Amer Hamzah, Sejarawan Aceh saat menjadi narasumber dialog luar studio bersama RRI, di Seventeen Hotel Banda Aceh, Kamis (31/7/2025).

Dijelaskan Tgk. Amer Hamzah, definisi di Aceh, Hikayat itu merupakan sebuah cerita bersajak, 4 baris dalam satu bait. Padahal menurutnya, tidak semua hikayat harus bersajak, sebab bentuk prosa juga termasuk dalam kategori hikayat.

Beberapa contoh hikayat yang dikenal luas antara lain Hikayat Raja-raja Pase, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Raja-raja Aceh dan lainnya. Karya ini memiliki kandungan nilai budaya dan sejarah tinggi yang harus diketahui Gen Z saat ini.

Ini menjadi bukti bahwa hikayat Aceh memiliki kekayaan bentuk dan isi yang perlu terus digali dan dilestarikan. Hikayat tidak boleh hanya jadi cerita masa lalu, namun harus hidup dalam kesadaran generasi muda kita.

“Yang menarik, hikayat yang diakui UNESCO itu justru berbentuk prosa dan ditulis dalam bahasa Melayu, bukan bahasa Aceh. Namun hingga kini, pengarang karya tersebut masih belum diketahui secara pasti," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....