Sahabat Andhikara Gelar Pentas Seni Inklusi#2

  • 25 Jul 2025 14:00 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh : Dalam semangat merayakan kesetaraan dan kebebasan berekspresi, Sahabat Andhikara kembali menggelar Pentas Seni Inklusi #2 pada Rabu (23/7/2025) di Aula Perpustakaan Wilayah Aceh

Kegiatan ini menjadi wadah kreatif bagi masyarakat luas, termasuk anak-anak penyandang disabilitas, dengan mengusung tema “Setara dalam Suara, Merdeka dalam Ekspresi.”

Tujuan utama kegiatan ingin menciptakan ruang yang aman, menyenangkan, sekaligus memberdayakan bagi anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB) agar dapat menuangkan bakat, perasaan, dan kreativitas melalui berbagai pertunjukan seni dan perlombaan yang inklusif. Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa anak-anak dengan kebutuhan khusus memiliki potensi luar biasa. Dalam kegiatan ini, mereka tampil dalam berbagai bentuk seperti fashion show, menyanyi, bermain gitar, dan memamerkan karya seni lainnya.

“Selain dibuat sebagai pentas mengekspresikan bakat adik-adik disabilitas, kami berharap pentas seni ini menjadi ruang inklusi yang memungkinkan mereka untuk tampil, dihargai, dan diakui di tengah masyarakat. Harapan kami ke depan, semoga acara seperti ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak-anak di berbagai daerah. Kami ingin Sahabat Andhikara menjadi wadah yang konsisten memperjuangkan hak anak dan perempuan, serta terus menjadi penghubung antara potensi dan kesempatan. Semoga kolaborasi yang sudah terjalin bisa semakin kuat, dan semakin banyak pihak yang tergerak untuk bersama-sama membangun ruang aman dan suportif bagi semua anak.,” ujar Nurul Isnina Dharma, Co-Founder Sahabat Andhikara.

Acara ini resmi dibuka oleh pendiri Sahabat Andhikara Miftah Mardhatillah Mukammil, turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, B.Sc(Hons)., M.T, yang menyampaikan dukungan penuh atas inisiatif ini.

“Pemerintah Kota Banda Aceh sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan ini. Anak-anak kebutuhan khusus tetap menjadi bagian yang sangat penting dari masyarakat. Mereka memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi. Semoga kegiatan ini menjadi contoh nyata bagi semua pihak untuk terus membangun kota yang inklusif dan ramah anak,” ujar Afdhal Khalilullah, B.Sc(Hons)., M.T.

Dia juga meminta instansi dan lembaga pemerintah di Aceh, khususnya yang bergerak di bidang pendidikan, perempuan, dan anak, turut memberikan dukungan untuk kegiatan seperti ini.

Sebanyak lima SLB dari Banda Aceh ambil bagian dalam kegiatan ini, yaitu SLB CD YPAC, SLB Bukesra, SLB YBSM, SLB TNCC, dan SLB YPPC. Masing-masing sekolah mengirimkan hingga tiga penampilan terbaik, baik individu maupun kelompok. Selain penampilan dari para siswa SLB, acara ini juga diramaikan oleh pertunjukan storytelling dari panitia.

Salah satu panitia, Nailah ratu Fasya Islamy, berbagi pengalaman dalam kegiatan yang menurut nya sangat menginspirasi.

“Merupakan kehormatan tersendiri bisa menjadi Guest Star dalam acara Sahabat Andhikara. Antusiasme penonton, hangatnya sambutan panitia, dan semangat seluruh peserta membuat penampilan saya terasa begitu spesial. Acara ini bukan hanya menghibur, tapi juga menginspirasi. Saya bangga bisa menjadi bagian dari momen berharga ini dan berharap bisa kembali berkolaborasi di kesempatan berikutnya.” ujarnya.

Panitia bersyukur acara berjalan lancar berkat kerja sama seluruh tim panitia. Selanjutnya kedepan kegiatan ini dapat menjadi awal dari gerakan yang lebih besar dalam membangun kesadaran dan kepedulian terhadap kesetaraan.

Antusiasme para peserta dan penonton sangat terasa sepanjang acars dan dinilai sangat inspiratif dan menyentuh hati. Selain itu Kegiatan hari itu membuat mata hati makin tersentuh dengan kehadiran anak-anak yang luar biasa.

Pentas seni ini ditutup dengan sesi menyanyi bersama dan foto bersama. Tidak ada perbedaan yang terlihat, yang ada hanyalah tawa, pelukan hangat, dan semangat untuk terus bersuara.

Melalui Pentas Seni Inklusi ini, terbukti bahwa seni adalah bahasa universal yang mampu menembus batas fisik, sosial, maupun emosional. Di atas panggung, setiap suara memiliki tempat yang setara untuk bersinar. Karena perbedaan bukan alasan untuk terpisah, melainkan kekuatan untuk saling merayakan dalam kebersamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....