Jazz Bangkitkan Ruang Ekspresi dan Budaya Aceh

  • 07 Mei 2025 15:27 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Musik jazz bukan hanya alunan nada, tetapi juga cerminan dinamika budaya dan ruang ekspresi sosial yang hidup. Hal ini mengemuka dalam talkshow RRI Banda Aceh bertajuk Dampak Musik Jazz terhadap Budaya dan Masyarakat, Selasa (6/5/2025), bersama Moritza Thaher, pengamat musik sekaligus pimpinan band Moritza Thaher and Friends, dan Uzair, pendiri festival Khanduri Jazz.

Menurut Moritza Thaher, jazz memiliki kekuatan untuk membuka ruang dialog antarbudaya. “Jazz itu lahir dari keragaman. Di dalamnya ada nilai kebebasan, toleransi, dan kreativitas. Ketika kita memainkan jazz, sebenarnya kita sedang belajar untuk mendengar dan merespons perbedaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa di Aceh, musik jazz dapat menjadi media inklusi budaya, merangkul berbagai unsur lokal dan global dalam satu harmoni. “Kita bisa masukkan unsur serune kalee, rapa’i, bahkan irama zikir ke dalam jazz. Itulah kekayaan kita,” jelas Moritza.

Sementara itu, Uzair melihat jazz sebagai sarana edukasi kultural yang dapat membentuk karakter masyarakat, terutama generasi muda. “Lewat jazz, kita ajarkan pentingnya proses, kolaborasi, dan kesabaran. Musik ini bukan untuk dilahap cepat, tapi untuk dipahami dan dirasakan,” ungkapnya.

Festival Khanduri Jazz yang digagas Uzair menjadi contoh bagaimana jazz dapat hadir di tengah masyarakat Aceh sebagai bagian dari perayaan budaya. “Kami ingin jazz tidak hanya dinikmati di ruang eksklusif, tapi dibawa ke tengah masyarakat—di meunasah, di pantai, di warung kopi. Supaya lebih banyak orang merasa terlibat dan terinspirasi,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....