Kontroversi Film Bid'ah: Jadikan Pelajaran dan Hikmah
- 27 Apr 2025 22:03 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Film drama Malaysia berjudul “Bidaah”, yang tayang pada 25 Maret 2025 di platform Viu dan viral lewat trailer di TikTok, mengundang kontroversi karena mengangkat isu sekte agama sesat dan praktik bid’ah. Dalam perbincangan bersama RRI Pro 4 Banda Aceh, tokoh agama Tgk. Dr. Rizky Dasilva menekankan pentingnya melihat fenomena ini secara objektif.
Menurut Rizky, judul “Bidaah”—yang dalam hadis Rasulullah SAW dipahami sebagai “wahyu baru yang menyesatkan”—sangat sensitif. Namun, ia memilih untuk tidak terjebak pada pro-kontra, melainkan menelaah film tersebut sebagai bagian dari “tantangan zaman”.
“Ini bukan serangan terhadap seluruh praktik bid’ah atau tokoh agama, melainkan kritik terhadap oknum yang melakukan ritual berlebihan yang bertentangan syariat,” ujarnya, Kamis (17/4/2025).
Dalam film berdurasi sekitar enam jam itu, Rizky menyoroti beberapa adegan yang menampilkan ritual ekstrem, seperti tawasul berlebihan, meminum air cucian kaki tokoh agama, hingga unsur kekerasan seksual dan skenario “menjodohkan” anggota tarekat dengan oknum wali.
“Praktik-praktik itu tidak pernah saja dicontohkan Rasulullah SAW atau para sahabat,” jelasnya.
Rizky juga mengingatkan penonton untuk membedakan antara bid’ah dholalah (sesat) dengan bentuk inovasi agama yang diperbolehkan (bid’ah hasanah).
“Kita tidak boleh menggeneralisasi seluruh tradisi keagamaan sebagai sesat hanya karena film ini,” kata dia.
Di tengah kontroversi, Tgk. Rizky mengajak masyarakat untuk menilai film “Bidaah” dari sisi positif dan negatif, memetik pelajaran agar tidak terjerumus dalam praktik-praktik syirik, sekaligus tetap menghormati keberagaman budaya dan praktik keagamaan yang sesuai syariat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....