​Perayaan Record Store Day Satukan Musik dan Sejarah

  • 24 Apr 2025 12:20 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Semangat nostalgia dan kecintaan terhadap musik analog menyelimuti atmosfer Banda Aceh, saat para pecinta musik lawas dan kolektor rilisan fisik diharapkan bisa berkumpul dalam perayaan Record Store Day 2025 yang akan di selenggarakan di banda aceh mendatang. Gelaran tahunan yang telah menjadi fenomena budaya global ini kembali hadir, menyasar berbagai lapisan masyarakat mulai dari kolektor kaset dan piringan hitam, hingga generasi muda yang tengah menggali kembali akar musik masa lalu.

"Ya, Record Store Day ini sebenarnya sebagai perayaan toko kaset, di mana di seluruh dunia itu setiap bulan April berbondong-bondong menggelar budaya ini," ujar Dana Maulana, inisiator Record Store Day 2025, saat dialog bersama Pro 1 RRI Banda Aceh, Kamis (24/4/2025).

Dana Maulana, penggagas acara ini, menjelaskan bahwa Record Store Day bukan hanya sekadar ajang jual beli rilisan musik, tetapi lebih dari itu, merupakan momentum istimewa untuk merayakan eksistensi toko-toko musik yang selama ini menjadi penjaga warisan budaya.

“Tujuan kita adakan acara ini adalah kita ingin mengumpulkan kembali dokumen-dokumen lama yang penting, baik itu kaset maupun piringan hitam, yang nantinya akan kita tampilkan kembali dalam acara Record Store Day 2025 nanti,” tambah Maulana.

Lebih lanjut dana menyampaikan, kegiatan ini juga menjadi ruang interaktif yang membuka kesempatan untuk berdiskusi, berbagi cerita, hingga melakukan pengarsipan karya-karya musik yang hampir terlupakan. Dana menekankan pentingnya kolaborasi komunitas dalam menjaga kesinambungan budaya musik analog agar tetap hidup di tengah derasnya arus digitalisasi. Antusiasme masyarakat terhadap musik era lampau ternyata juga sangat tinggi dan terus bertumbuh.

“Ya, untuk minat masyarakat sendiri terhadap lagu-lagu lawas sangat banyak peminatnya, apalagi jika dikaitkan dengan unsur sejarah. Setiap lagu lama pasti memiliki kesan dan makna tersendiri bagi setiap orang,” jelasnya.

Menurutnya, musik tidak hanya berbicara soal hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan hidup dan sejarah personal banyak orang. Record Store Day 2025 di Banda Aceh diharapkan dapat menjadi sarana yang tidak hanya menghidupkan kembali semangat bermusik secara analog, tetapi juga mempererat hubungan antar generasi. Perayaan ini diharapkan menjadi jembatan budaya yang menyatukan nilai-nilai sejarah, musik, dan kebersamaan dalam satu momen penuh makna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....