Merangkai Asa Bersama Anak-Anak Luar Biasa
- 28 Jul 2026 00:44 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Selembar demi selembar kertas berwarna mulai memenuhi ranting-ranting pohon harapan yang berdiri di sudut aula SLB Negeri Banda Aceh. Dengan tulisan tangan sederhana, anak-anak menuliskan cita-cita mereka. Ada yang ingin menjadi guru, polisi, pelukis, hingga memiliki pekerjaan yang membanggakan. Di balik tulisan-tulisan itu tersimpan pesan yang sama: setiap anak memiliki mimpi yang layak diperjuangkan.
Suasana hangat itu menjadi penutup kegiatan peringatan Hari Anak Nasional yang digelar Komunitas Ruang Lingkup bersama siswa SLB Negeri Banda Aceh. Mengusung tema "Bermain dan Berkreasi Bersama Adik-Adik Luar Biasa", kegiatan tersebut menghadirkan ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk bermain, belajar, dan menunjukkan kemampuan yang mereka miliki.
Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli bukan sekadar agenda seremonial. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, memperoleh kasih sayang, dan mengembangkan potensi tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik atau mentalnya.
Semangat itulah yang dibawa puluhan relawan Komunitas Ruang Lingkup saat mengunjungi SLB Negeri Banda Aceh. Tawa anak-anak terdengar memenuhi ruangan ketika sesi storytelling dimulai. Kegiatan kemudian berlanjut dengan bernyanyi bersama, permainan edukatif, hingga penampilan bakat yang membuat para siswa tampil percaya diri di hadapan teman-teman dan para relawan.

Ketua Komunitas Ruang Lingkup, Harir, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian komunitas dalam memperingati Hari Anak Nasional bersama anak-anak berkebutuhan khusus.
"Hari ini dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, kami bersama teman-teman relawan dari Ruang Lingkup berkunjung ke SLB Banda Aceh untuk mengadakan kegiatan sosial, di antaranya edukasi, bermain, dan penampilan bakat," ujar Harir, Jumat 25 Juli 2026.
Bagi pihak sekolah, kehadiran para relawan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para siswa. Interaksi yang terjalin memberi pengalaman baru sekaligus membuka ruang bagi anak-anak untuk lebih berani menampilkan kemampuan yang selama ini mereka asah di lingkungan sekolah.
Wakil Kepala SLB Negeri Banda Aceh, Heramika, berharap perhatian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus terus diperkuat, termasuk melalui dukungan pemerintah agar mereka memperoleh kesempatan yang setara setelah menyelesaikan pendidikan.
"Anak-anak kita di sini istimewa, berbeda dengan anak lainnya. Semoga pemerintah bisa datang ke sekolah kami untuk melihat potensi anak-anak di sini dan menyediakan lapangan kerja untuk menyamakan hak mereka seperti anak-anak lainnya," harap Heramika.

Harapan bagi anak berkebutuhan khusus tidak berhenti di ruang kelas. Mereka membutuhkan kesempatan untuk berkarya, bekerja, dan berkontribusi di tengah masyarakat sebagaimana anak-anak lainnya.
Ketika seluruh rangkaian kegiatan berakhir, pohon harapan itu telah dipenuhi impian kecil yang ditulis dengan penuh keyakinan. Barangkali, bagi sebagian orang, kertas-kertas itu hanyalah hiasan. Namun bagi anak-anak luar biasa di SLB Negeri Banda Aceh, setiap lembar adalah doa yang menunggu untuk diwujudkan. Hari Anak Nasional pun menjadi momentum bahwa tugas mewujudkan mimpi-mimpi itu bukan hanya milik mereka, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
(Krontributor: Iesha Umami)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....