Ketika Layanan Kesehatan Datang Menyapa Rumah-Rumah Warga di Pidie Jaya
- 22 Jul 2026 12:29 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Hamparan sawah membentang di sepanjang jalan menuju Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Di gampong yang berjarak sekitar tiga jam perjalanan dari Banda Aceh itu, kehidupan berjalan tenang di tengah kebun, meunasah, dan kebiasaan gotong royong yang masih terjaga.
Sebagian besar warga Gampong Cut Langien menggantungkan hidup dari sektor pertanian, terutama sebagai petani padi. Hamparan sawah dan kebun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat yang masih menjaga tradisi gotong royong, kegiatan di meunasah, dan musyawarah gampong.
Namun, kehidupan di gampong itu juga berdampingan dengan ancaman banjir. Secara geografis, Kecamatan Bandar Baru termasuk wilayah dengan tingkat kerentanan banjir yang tinggi di Kabupaten Pidie Jaya. Saat curah hujan meningkat di kawasan hulu, luapan Krueng Putu kerap mengalir ke permukiman, jalan, hingga lahan pertanian warga.
Gampong Cut Langien berada dalam kawasan yang dilalui aliran air bersama sejumlah gampong lain di Kecamatan Bandar Baru. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, sebagian rumah warga dapat terdampak genangan, sementara aktivitas masyarakat dan hasil pertanian ikut terganggu. Di beberapa titik, tanggul maupun tebing sungai juga pernah mengalami kerusakan akibat derasnya arus air.
Kondisi tersebut membuat upaya menjaga kesehatan masyarakat menjadi tidak kalah penting. Selain pelayanan kesehatan, edukasi mengenai sanitasi, penggunaan air bersih, pengelolaan sampah, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi bekal agar warga lebih siap menghadapi risiko penyakit setelah banjir..
Di tengah kehidupan masyarakat yang sederhana itu, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) memilih cara berbeda untuk mengabdi. Mereka tidak menunggu warga datang, melainkan berjalan dari rumah ke rumah membawa alat pemeriksaan kesehatan.
Selama 19 hingga 21 Juli 2026, mahasiswa KKN Reguler 11 mendatangi rumah-rumah warga. Mereka memberikan pemeriksaan tekanan darah, kadar glukosa darah, pemeriksaan tanda-tanda vital, serta edukasi mengenai pencegahan stunting.
Bagi sebagian warga, layanan sederhana itu menjadi kesempatan pertama mengetahui kondisi kesehatannya tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan. Setelah pemeriksaan selesai, mahasiswa menjelaskan hasilnya sekaligus memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, pentingnya gizi keluarga, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Program tersebut melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Mahasiswa Pendidikan Dokter dan Ilmu Keperawatan bertugas melakukan pemeriksaan, sementara anggota kelompok lainnya membantu edukasi serta pendampingan kepada masyarakat.
Ketua Kelompok KKN Reguler 11, Ari Maulana, mengatakan program home visit lahir setelah seluruh anggota kelompok mengamati kebutuhan masyarakat selama berada di Gampong Cut Langien.
"Program ini lahir dari hasil diskusi bersama seluruh anggota kelompok setelah kami melihat bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar secara langsung. Karena itu, kami berinisiatif mendatangi rumah-rumah warga agar layanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat," kata Ari Maulana.
Menurut Ari, pendekatan tersebut juga membuat mahasiswa memiliki kesempatan lebih dekat dengan masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebatas menjalankan program kerja, tetapi juga membangun hubungan yang lebih hangat dengan warga.
"Kami ingin kehadiran mahasiswa KKN benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Melalui home visit ini, kami belajar bahwa membangun kedekatan dengan warga merupakan langkah penting dalam menciptakan edukasi kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan," ujarnya.
Bagi Gampong Cut Langien, edukasi kesehatan memang masih menjadi kebutuhan. Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan terus meningkat, namun edukasi mengenai pengelolaan sampah, penggunaan air bersih, jamban sehat, hingga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masih perlu diperkuat.
Kondisi tersebut menjadi semakin penting karena wilayah Kecamatan Bandar Baru termasuk kawasan yang kerap terdampak banjir ketika curah hujan tinggi. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, banjir juga berpotensi memengaruhi sanitasi dan kesehatan lingkungan.
Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, mengapresiasi langkah mahasiswa yang menghadirkan layanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu warga mengetahui kondisi kesehatannya sekaligus menambah pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan keluarga.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena membantu masyarakat memeriksa kondisi kesehatannya sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan keluarga. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut," kata Muhammad Syahril.
Bagi mahasiswa KKN, tiga hari berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya mungkin hanya bagian kecil dari masa pengabdian. Namun bagi sebagian warga, ketukan di pintu rumah itu menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari langkah sederhana, bahkan sebelum seseorang pergi berobat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....