PKK Lampulo Sambut SALTTERA, Dorong Usaha Rumahan Ramah Lingkungan

  • 04 Okt 2026 16:35 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh— Kelompok Ibu-ibu PKK Gampong Lampulo bersama Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan edukasi dan pendampingan melalui inovasi SALTTERA (Sabun Garam Spa Alami) pada Sabtu, 3 Oktober 2026, bertempat di Kantor Geuchik Gampong Lampulo, Banda Aceh.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (PKMBPB) dengan mengusung kegiatan “Edukasi dan Pendampingan PKK Lampulo melalui Inovasi SALTTERA Garam Spa Anti Nyamuk Alami untuk Pencegahan Penyakit dan Peningkatan Kesehatan Lingkungan.”

Kegiatan dibuka oleh Geuchik Gampong Lampulo yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Desa, Bahrul Ikhsan, S.Kel. Dalam sambutannya, pihak Gampong Lampulo menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan yang dinilai memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi masyarakat, khususnya kelompok PKK.

Ketua PKK Gampong Lampulo, Ibu Nurhayati, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, inovasi yang diperkenalkan tidak hanya memberikan keterampilan baru bagi ibu-ibu PKK, tetapi juga dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan usaha berbasis rumahan yang dapat dimulai secara bertahap. “Produk seperti ini menarik karena bahan-bahannya relatif mudah diperoleh, prosesnya dapat dikembangkan dalam skala rumah tangga, dan masih terbuka ruang untuk kreativitas serta inovasi dalam bentuk produk, aroma, kemasan, maupun pemasaran,” ujar Nurhayati.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh kelompok PKK sehingga tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja, tetapi dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan produktif dan bernilai ekonomi bagi masyarakat Gampong Lampulo.

Ketua tim pengabdi, Mutia Ramadhaniaty, S.Kel., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan pemanfaatan bahan-bahan sederhana menjadi produk yang memiliki nilai tambah sekaligus memperhatikan aspek keamanan dan lingkungan.“Melalui SALTTERA, kami mengenalkan proses pembuatan sabun alami dengan konsep cold process yang memanfaatkan kombinasi minyak, sereh, lavender, dan garam spa. Harapannya, ibu-ibu PKK tidak hanya mengenal produknya, tetapi juga memahami bahan, proses, keselamatan kerja, hingga peluang pengembangannya sebagai produk rumah tangga,” jelas Mutia.

SALTTERA merupakan sabun batangan cold process dengan sereh, lavender, dan sentuhan garam spa. Minyak sereh memberikan aroma segar, sementara lavender memberikan aroma dan tekstur pada produk. Garam spa digunakan sebagai elemen tambahan pada permukaan sabun. Materi kegiatan juga menekankan pentingnya proses curing selama 3–4 minggu sebelum sabun digunakan.

Selain praktik pembuatan sabun, peserta mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan alat pelindung diri, penanganan bahan secara aman, proses saponifikasi, hingga pengemasan dan pelabelan produk. Aspek keselamatan menjadi bagian penting karena pembuatan sabun menggunakan NaOH yang bersifat kaustik dan membutuhkan penanganan secara hati-hati.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdi juga mendorong peserta untuk melihat SALTTERA sebagai produk yang dapat dikembangkan secara kreatif. Produk dapat dikemas dalam berbagai bentuk, seperti hampers, suvenir, maupun oleh-oleh, sehingga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk khas kelompok PKK.

Mutia menambahkan bahwa pengembangan usaha tidak harus dimulai dalam skala besar. Kelompok dapat memulai dari produksi kecil, menjaga konsistensi resep dan mutu, membangun identitas produk, serta mengembangkan kemasan dan pemasaran melalui media sosial maupun WhatsApp.

“Yang paling penting bukan langsung menghasilkan dalam jumlah besar, tetapi bagaimana ibu-ibu dapat memulai dari skala kecil, menjaga kualitas, terus berinovasi, dan membangun kepercayaan konsumen,” tambahnya.

Prinsip tersebut sejalan dengan materi pendampingan SALTTERA yang menekankan produksi bertahap, konsistensi mutu, penguatan merek, kemasan yang menarik, serta pencatatan dan evaluasi dari masukan konsumen. Melalui kegiatan ini, USK berharap kolaborasi bersama PKK Gampong Lampulo dapat terus berkembang, tidak hanya dalam peningkatan keterampilan masyarakat, tetapi juga dalam pengembangan produk inovatif yang dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan membuka peluang ekonomi berbasis rumah tangga. Keterampilan hari ini, peluang usaha esok hari. SALTTERA diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam mengubah bahan sederhana menjadi produk yang bermanfaat, aman, dan bernilai bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....