Jungge Food Kembangkan Bumbu Aceh Menuju Pasar Nasional
- 16 Sep 2026 23:43 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO. ID, Banda Aceh – Program siaran UMKM Talks Programa 1 RRI Banda Aceh, Senin (14/9/2026), membahas perjalanan UMKM Jungge Food dalam mengembangkan bumbu berbasis rempah Aceh dari produksi rumahan hingga menembus pasar yang lebih luas. Dialog bertema “Bumbu Jungge Food: Dari Dapur Lokal Menuju Pasar Lebih Luas” tersebut menghadirkan Owner Jungge Food, Rani Desari.
Dalam dialog tersebut, Rani menceritakan perjalanan Jungge Food yang mulai dirintis pada 2022 dan memasuki pasar secara lebih luas pada Juni 2025. Pada tahap awal, produk yang dibuat berupa bumbu mi Aceh dalam kemasan sederhana dan dipasarkan kepada teman serta lingkungan terdekat.
Rani mengatakan, ide mengembangkan bumbu Aceh muncul dari keinginannya memperkenalkan cita rasa masakan Aceh kepada masyarakat di luar Aceh. Resep bumbu diperoleh dari keluarga suaminya di Aceh Utara dan dikembangkan melalui proses belajar serta uji coba sebelum dipasarkan.
Saat ini, Jungge Food memiliki lima varian produk, yaitu bumbu mi Aceh dan nasi goreng, nasi minyak, pepes Aceh, bumbu bakar, serta nasi goreng Jakarta. Produk tersebut menggunakan rempah yang menurut Rani tidak menggunakan MSG, dengan asam sunti sebagai salah satu bahan yang memberikan karakter cita rasa Aceh.
Dalam pengembangan usahanya, Jungge Food telah memiliki sekitar 30 toko mitra di Banda Aceh dan mulai menjangkau pasar di luar Aceh. Pemasaran dilakukan melalui toko, kegiatan pameran, marketplace, serta media sosial seperti Instagram dan TikTok. Pengiriman produk juga telah menjangkau sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Pulau Jawa dan Kalimantan.
Rani menyebut perjalanan usaha tersebut menghadapi sejumlah tantangan, antara lain saat menawarkan produk kepada toko, pengelolaan keuangan, keterbatasan modal, serta persaingan dengan produk bumbu nasional. Usaha yang diawali dengan modal sekitar Rp250.000 tersebut kini telah menggunakan mesin produksi, dengan proses memasak satu varian berlangsung sekitar lima hingga delapan jam.
| Baca juga: Dari Kemiri Lahir Peluang Usaha Lokal |
Jungge Food juga melakukan pengujian masa simpan sebelum produk dipasarkan secara luas. Berdasarkan pengujian yang dilakukan selama proses pengembangan, Rani menyebut produk memiliki masa simpan hingga satu tahun. Saat ini, harga produk berada di kisaran Rp15.000 per kemasan, dengan harga berbeda untuk varian tertentu.
Ke depan, Jungge Food menargetkan perluasan pasar ritel ke berbagai daerah di Indonesia hingga peluang ekspor. Rani juga berharap pertumbuhan usaha dapat membuka kerja sama lebih luas dengan petani dan menambah kesempatan kerja di Aceh.
Rani menekankan pentingnya niat, kemauan belajar, konsistensi, dan keberanian memulai bagi masyarakat yang ingin membangun usaha. Menurutnya, keterbatasan modal bukan satu-satunya faktor yang menentukan seseorang dapat memulai bisnis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....