Banjir Bandang Sempat Hentikan Produksi Shaeban Crips

  • 02 Sep 2026 10:12 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Perjalanan Shaeban Crips dalam mengembangkan usaha olahan pisang tidak terlepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala terbesar dialami pada akhir 2025 ketika banjir bandang berdampak terhadap ketersediaan bahan baku dan gas, sehingga kegiatan produksi sempat terhenti hampir selama dua bulan.

Owner Shaeban Crips, Syarifah Rahmaton, mengatakan kondisi tersebut cukup berat karena pisang merupakan bahan utama dalam proses produksi. Tidak hanya bahan baku yang sulit diperoleh, ketersediaan gas untuk mendukung proses pengolahan juga mengalami kendala sehingga usaha harus menghentikan produksi sementara waktu.

“Stok pisang itu memang kosong. Jadi sempat vakum kemarin hampir dua bulan,” ujar Syarifah saat berbagi pengalaman dalam program UMKM Talks RRI Pro 1 Banda Aceh pada Senin, 31 Agustus 2026.

Kondisi tersebut terjadi ketika permintaan terhadap produk masih ada, namun bahan yang diperlukan untuk memenuhi pesanan tidak tersedia. Menurut Syarifah, tantangan tersebut menjadi pengalaman penting dalam menjaga keberlangsungan usaha. Meskipun produksi berhenti sementara, ia tetap berupaya mempertahankan usaha karena pesanan dari konsumen dan reseller masih terus berdatangan.

Tantangan lainnya berasal dari karakteristik pisang yang menjadi bahan utama produk. Syarifah menjelaskan, tidak semua pisang memiliki kualitas dan tingkat kematangan yang sama, sehingga proses pemilihan bahan baku menjadi salah satu bagian penting untuk memastikan rasa dan kerenyahan stik tetap terjaga.

“Pisang itu kan enggak semua sama, rasanya pun beda-beda. Jadi kita harus pilih benar-benar pisangnya yang berkualitas yang cocok untuk diolah,” jelasnya. Pisang yang digunakan merupakan pisang yang masih mengkal dan belum matang, bahkan harus segera diolah setelah dibeli agar kualitas produk tidak berubah.

Untuk memastikan kualitas bahan baku, Syarifah masih melakukan proses pemilihan pisang secara langsung. Saat ini bahan baku masih diperoleh dari supplier, namun ke depan ia berencana membina petani dengan menyediakan bibit pisang yang sesuai agar kebutuhan produksi dapat terpenuhi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani.

Pengalaman menghadapi gangguan bahan baku tersebut menjadi pelajaran bahwa keberlangsungan UMKM tidak hanya bergantung pada kemampuan memasarkan produk, tetapi juga pada ketahanan rantai pasok. Dengan mempertahankan kualitas, memperkuat jaringan pemasok, serta membuka peluang kerja sama dengan petani, Shaeban Crips berupaya bangkit dan terus mengembangkan produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....