Kesalahan yang Jadi Berkah: Kisah Syarifah Mengubah Pisang Jadi Stik

  • 01 Sep 2026 14:57 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Kesalahan membeli bahan baku justru membawa berkah bagi Syarifah Rahmaton. Pisang yang semula dianggap kurang sesuai untuk produksi keripik malah mengantarkannya menemukan inovasi baru berupa stik pisang yang kini dikembangkan melalui usaha Saiban Crisps di Banda Aceh.

Ide tersebut bermula pada masa pandemi Covid-19 pada 2020. Saat itu, Syarifah mendapatkan dua sisir pisang dan mengolahnya menjadi keripik untuk konsumsi keluarga.

Tak disangka, keripik buatannya mendapat respons positif dari sang saudara. Ia kemudian menyarankan Syarifah membuatnya dalam jumlah lebih banyak untuk dijual.

Saran tersebut menjadi titik awal Syarifah mulai memasarkan produknya melalui sistem reseller.

Perjalanan inovasi kembali terjadi pada 2023. Menjelang Lebaran, Syarifah membeli pisang dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan. Namun, pisang yang diperoleh ternyata memiliki banyak biji.

Alih-alih membuangnya, ia mencoba mencari cara agar pisang tersebut tetap bisa dimanfaatkan.

"Saya coba parut pisangnya menjadi potongan kecil, kemudian diolah dengan bumbu. Dari situ akhirnya jadi stik pisang," ujar Syarifah.

Stik pisang hasil eksperimen tersebut kemudian disajikan kepada para tamu yang datang saat Lebaran. Respons yang diterima cukup baik hingga Syarifah memutuskan menjadikannya sebagai produk utama.

Menurutnya, stik pisang memiliki keunikan tersendiri karena menggunakan pisang sebagai bahan dasar, berbeda dari camilan stik yang umumnya berbahan kentang atau ubi.

Ia juga menyebut belum menemukan produk dengan konsep serupa yang diproduksi UMKM lain di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.

Balado Jadi Favorit

Saiban Crisps kini menawarkan tiga varian utama, yakni original, balado dan jagung manis. Dari ketiganya, rasa balado menjadi yang paling banyak diminati konsumen. Sementara varian cokelat masih diproduksi berdasarkan pesanan.

Dalam menjaga kualitas, Syarifah memperhatikan jenis pisang yang digunakan. Pisang harus dalam kondisi mengkal agar menghasilkan tekstur stik yang renyah setelah digoreng.

Setelah proses penggorengan, stik pisang tidak langsung dikemas. Produk terlebih dahulu didiamkan, kemudian dimasukkan ke mesin spinner untuk mengurangi kandungan minyak.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas dan memberikan tekstur yang lebih nyaman saat dikonsumsi.

Digitalisasi Buka Pasar Lebih Luas

Syarifah juga memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan Saiban Crisps kepada konsumen. Pemasaran dilakukan melalui Instagram, WhatsApp dan Shopee. Selain pemasaran secara langsung, sekitar 20 reseller turut membantu memperluas jangkauan penjualan hingga ke sejumlah kabupaten dan kota.

Pemanfaatan media digital membuat produk yang bermula dari dapur rumah tersebut memiliki kesempatan menjangkau konsumen di luar wilayah Banda Aceh. Namun, perjalanan Saiban Crisps tidak selalu berjalan mulus.

Pada akhir 2025, usaha tersebut sempat berhenti berproduksi selama hampir dua bulan akibat banjir bandang. Kondisi tersebut membuat bahan baku pisang dan gas untuk kebutuhan produksi sulit diperoleh.

Meski sempat terhenti, Syarifah kembali melanjutkan usahanya. Kini, ia memilih memperkuat kualitas tiga varian yang sudah tersedia sebelum menghadirkan inovasi produk baru.

Syarifah berharap Saiban Crisps dapat berkembang menjadi produk lokal yang dikenal lebih luas sekaligus membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Bagi Syarifah, perjalanan membangun usaha juga menjadi pelajaran bahwa kesalahan tidak selalu berujung pada kegagalan.

Ia mengajak masyarakat, khususnya calon pelaku UMKM, untuk tidak takut mencoba dan berinovasi. Sebab, dari sebuah kesalahan membeli pisang, justru lahir sebuah ide yang kemudian berubah menjadi peluang usaha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....